Warga Tangkap Perempuan Muda Diduga Hendak Mencuri Emas

ACEH UTARA- Seorang perempuan muda berinisial Md (25), ditangkap warga di Kota Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, karena diduga hendak mencuri perhiasan di sebuah toko emas, Rabu (24/8), sekitar pukul 13.30 WIB.

Informasi dikumpulkan Rakyat Aceh, kemarin, penangkapan tersebut berawal ketika perempuan asal Kecamatan Murah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, itu berpura-pura sebagai pembeli di toko emas Delhi, di Kota Lhoksukon.

Perempuan itu kemudian menanyakan harga emas dan selanjutnya memesan 4 cincin dan sebuah gelang yang ditaksir total keseluruhannya mencapai Rp 12 juta lebih. Ketika diminta uang pembayaran perhiasan tersebut, perempuan itu mengaku sedang menunggu suaminya datang.

“Setelah menunggu beberapa waktu, namun suaminya tak kunjung datang, saya langsung curiga. Kemudian saya meminta agar gelang emas yang sudah dipakai di tangannya itu untuk dikembalikan,” kata Ibnu Azhar, pemilik toko emas Delhi.

Setelah itu, sang pemilik toko emas langsung menginterogasi perempuan tersebut. Karena curiga, Ibnu Azhar, menghubungi adiknya untuk dihubungi polisi agar datang ke tokonya.

“Saat saya hubungi itu, tiba-tiba perempuan ini langsung lari dan kami langsung mengejarnya dan berhasil ditangkap di sebuah toko pakaian sedang bersembunyi,” jelas Ibnu Azhar saat ditemui di Polsek Lhoksukon.

Tak berselang lama, polisi datang dan mengamankan perempuan tersebut. Bersamanya, polisi juga membawa Id (40) warga kecamatan yang sama, karena diduga sebagai tukang ojek.

Ibnu Azhar mengaku sebelumnya, pernah mendapati seorang perempuan yang menyaru sebagai pembeli, setelah dibuat surat, yang bersangkutan tak jadi membeli barang. Kemudian gelang yang sudah dipakai untuk menguji tidak lagi dikembalikan.

“Begitu sudah ramai pembeli perempuan itu berupaya untuk pergi, tetapi tidak sempat, karena saya panggil lagi dan saya minta untuk membuka gelang. Kali itu saya memaafkan karena membawa seorang anak-anak,” katanya.

Secara terpisah, Md mengaku tidak melakukan pencurian dan dia datang hanya untuk bertanya harga emas. Dia juga mengaku tidak berecana membeli perhiasan emas karena tidak ada uang.

“Saya tidak mencuri pak, saya hanya menanyakan (pehiasan emas) saja. Suami saya di Malaysia, anak saya dua orang pak, saya tidak mau masuk penjara, karena saya tidak mencuri,” kilahnya.

Id (40) mengaku hanya sebagai tukang ojek, dia diberi upah atau jasa pengantar sebesar Rp100 ribu oleh Md. “Saya tidak kenal perempuan itu, tetapi sudah dua kali saya antar, sebelumnya ke Panton Labu, diberi upah Rp 50 ribu. Saya hanya tukang ojek,” katanya.

Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan melalui Kapolsek Lhoksukon Iptu Hendra Gunawan Tanjung, membenarkan kejadian itu. Pun demikian, pihaknya sedang mendalami kasus dugaan pencurian tersebut.

“Akan kita mintai keterangan pemilik toko emas dulu, jika terbukti perempuan itu mencuri, maka yang bersangkutan akan kita tahan. Untuk sementara akan kita panggil keluarganya dulu,” pungkasnya.(zub).