Partai Aceh Merahkan Langsa

LANGSA (RA) – Sekitar 10 ribu massa dari seluruh penjuru Kota Langsa, hadiri deklarasi akbar pasangan calon yang diusung Partai Aceh (PA) pada Pilkada mendatang. Dalam perhelatan yang berlangsung di Lapangan Merdeka itu, diumumkan pasangan untuk Gubernur-Wakil Gubernur Aceh, Walikota-Wakil Walikota Langsa.

Pantauan Rakyat Aceh, selain massa dari Partai Aceh juga terlihat massa dari partai politik pendukung lainnya seperti PKS, Gerindra, Hanura serta PAN. Selain itu juga para koordinator pemenangan Mualem wilayah timur cabang Langsa, sahabat toke, serta sejumlah simpatisan lainnya. Massa mulai padati lapangan sejak 13.00 WIB, Senin (29/8).

Deklarasi itu dihadiri calon Gubenur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, calon Walikota-Wakil Walikota Langsa, Usman Abdullah-Marzuki Hamid (UMARA), Juru bicara PA Pusat Adi Laweung, Kordinator Aceh Bermartabat, Wien Rimba Raya, juru bicara KPA Pusat Muklis Abe, Ketua Banleg DPRA, Usman Al-Farlaky, Ketua DPRK Burhansyah, Sekretaris PA Langsa Furqan, Ketua PA Aceh Tamiang dan sejumlah pimpinan partai pendukung lainnya.

Meskipun di bawah terik matahari, tapi ribuan massa tetap semangat berdiri mendengarkan orasi di Lapangan Merdeka Langsa. Menjelang sore, massa pendukung semakin ramai berdatangan menggunakan kendaraan roda dua, mobil serta becak motor. Untuk menghindari kemacetan, Polres Langsa menutup sebahagian ruas Jalan A Yani Langsa, mulai dari depan Kantor Pos hingga TK Bunga Seulanga.

Orasi Mualem

Calon Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), dalam orasinya menyampaikan akan mengundang investor sebanyak mungkin. Upaya itu untuk mengurangi jumlah pengangguran yang meningkat sejak lima tahun terakhir.

“10 tahun lalu Aceh membangun, namun dalam masa itu masih banyak aspek pembangunan Aceh yang belum tuntas dan belum maksimal dilakukan. Bahkan angka pengangguran juga semakin bertambah. Maka untuk lima tahun kedua saya maju sebagai Gubernur dan berkomitmen, membangun Aceh di berbagai sektor dan berupaya menekan angka pengangguran dengan membuka ruang yang luas bagi investor masuk Aceh,” sebut Mualem.

Dalam orasinya, Mualem juga menyebutkan bahwa lima tahun yang sudah dilaluinya sebagai Wakil Gubernur Aceh, dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk kemanusian Aceh. Termasuk bagaimana merealisasikan janji politik lima tahun lalu, menurutnya, itu semua dikarenakan dirinya sebagai Wakil Gubernur tidak memiliki kewenangan.
Lanjutnya, karenanya guna merealisasikan janji politik dalam Pilkada 2017 mendatang, dirinya maju sebagai Calon Gubernur Aceh menggandeng Ir. T.A. Khaled sebagai wakil dari Partai Gerindra. “Insyaallah Pilkada 2017 PA bersama partai koalisi dari Gerindra, PKS, PAN, PBB, PPP akan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” tegasnya. (dai/ris/mai)