Jamaah Haji

 

BANDA ACEH (RA) – Tiga hari mendatang, Kloter 9 jamaah haji asal Aceh mendapatkan dana konpensasi Baitul Asyi. Kepastian itu disampaikan Humas Haji Embarkasi Haji Banda Aceh H Rusli Lc MSi, Kamis (1/8). Hingga kemarin, sudah 3.122 jamaah haji dari Kloter 1 sampai Kloter 8 telah mendapatkan dana hibah tersebut.

Penyerahannya dana sejumlah 1.200 riyal (sekitar Rp 4,2 juta) perjamaah, dilaksanakan di Pemondokan 605, Hotel Khulafa, Syisyah Mekah. Dihadiri Ketua Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, H Ahmad Dumiyati Basori.

Menurut Rusli, tahun ini pembagian dana wakaf almarhum Habib Bugak Al-Asyi itu dibantu Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Prof Dr H Syahrial Abbas MA bersama Kepala Biro Keistimewaan Setda Aceh, Dr H Munawar A Jalil MA.

Dana itu dikelola keturunan Habib Bugak, Abdurrahman bin Abdullah Al-Asyim. Ia menjelaskan objek wakaf itu Hotel Ramada Dar Al-Fayzeen, dekat Masjidil Haram. Hotel dengan nilai 1,5 milyar riyal itu juga akan diruntuhkan akibat terkena areal perluasan megaproyek masjid. Jika ditotalkan nilainya sekitar 1,5 milyar riyal itu setara Rp 5,3 triliyun.

Selain hotel juga ada aset wakaf berupa perkantoran dan beberapa perumahan. Berikutnya ada deposit 5 juta riyal (sekira Rp 17,6 miliar) di bank untuk bantuan mukminin Aceh. “Karena ikrar wakafnya menyebutkan syarat adalah calon haji Aceh dan mukminin Aceh,” kata Abdurrahman, maka ‘pantang’ dialihkan ke hal lain.

Penyerahan dana wakaf untuk jamaah Aceh telah berlangsung sejak 1820. Dulu penyaluran berupa sewa tempat tinggal dan makan selama jamaah haji Aceh di Arab. Namun sejak 2006, masa Gubernur Ir H Abdullah Puteh MSi, telah dikompensasikan dalam bentuk uang, konversi dari peralihan objek wakaf yang jadi area perluasan masjid.

Kemudian, ganti rugi rumah tersebut dibangun di tempat lain dan pengelolaannya juga cukup baik sehingga dari tahun ke tahun berkembang. Itu dijadikan sebagai sumber dari pemberian dana Baitu Asyi pada jamaah haji asal Aceh.

Musim haji tahun ini, Kloter 1 (asal Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Besar) mendapatkan dana kompensasi perdana.
Dokumen Baitul Asyi bagi jamaah asal Aceh dibuktikan dengan membawa kartu yang tertera identitas jamaah. Selain ada tandatangan Gubernur Aceh, juga berstempelkan Pemerintahan Aceh di atas kartu. Pembagiannya sekaligus dengan paspor, living cost dan dokumen lainnya.

Menurut Kadis SI Aceh, tidak banyak diketahui tentang sosok Habib Bugak (Buja) Al-Asyi. “Tidak ada informasi yang mendalam terkait Habib Buja Al-Asyi, hanya cerita dari mulut ke mulut. Karena itu, tahun depan akan melakukan studi mendalam terkait sosok Habib Buja Al-Asyi,” jelas Profesor Syahrial.(rel/mai)