Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 2 Sep 2016 07:11 WIB ·

Cuaca Panas Ancam Madinah


 Cuaca Panas Ancam Madinah Perbesar

Jamaah Haji

MEKAH (RA) – Dalam beberapa hari belakangan ini, suhu udara di Kota Jedah dan Madinah, Arab Saudi, berkisar 40-an derajat celcius. Bahkan, saat puncak haji di Armina, terbuka kemungkinan mendekati 50 derajat celcius.

Untuk mengurangi rasa terik, tenda jemaah haji Indonesia di Arafah akan dipasang water fan atau kipas angin yang menyemprotkan air. Kepala Bidang Perumahan Jamaah Haji Indonesia, Abduh DR, menjelaskan, setiap maktab akan difasilitasi dengan 101 water fan.

Jemaah haji Indonesia di Arafah akan terbagi dalam 52 maktab sehingga kurang lebih ada 5.252 water fan yang akan dipasang. Abduh berharap hal itu bisa menetralisir panas dalam tenda mengingat penyelenggaraan haji tahun ini bertepatan dengan musim panas.

“Tadi saya ke tenda. Sebagian water fan sudah ada di sana, namun ada beberapa yang belum,” terang Abduh saat mengetes durasi putaran water fan dengan 41 liter air yang diisikan pada bak penampung, Rabu (31/08) malam.

Dipaparkan, water fan setinggi 1,8 meter ini dilengkapi dengan bak air dengan kapasitas maksimal 41 liter yang berada pada bagian bawah kipas. Pada bagian depan baling-baling, terpasang saluran tempat mengalirkan air dari bak sehingga saat baling-baling berputar, akan mengeluarkan angin sekaligus menyemprotkan air.

Menurut Abduh, dengan kapasitas air 41 liter serta dan pada putaran kipas dan kekuatan semprotan terbesar, water fan bisa menyemprotkan air pada durasi 5 hingga 6 jam. Durasi ini bisa lebih lama jika putaran kipas dan semprotan airnya diperkecil.

“Nanti, selain baik air terisi penuh, disediakan juga tiga tambahan cadangan air di setiap water fan sehingga kalau habis tinggal dituang saja,” terang Abduh, seperti dipublikasikan Kemenag.

Water fan yang digunakan pada musim haji tahun ini semuanya baru. Namun, untuk memastikan bisa berfungsi, water fan dengan tinggi 1,8 meter ini akan coba dinyalakan sebelum jemaah sampai di tenda Arafah pada 8 Dzulhijjah.

“Kita akan lakukan uji coba, nyalakan semuanya, pastikan semuanya hidup. Dari awal petugas sampai tenda langsung dicek semua. Cek listriknya, cek fungsinya, cek airnya semua,” terang Abduh.

Ditanya perbedaan dengan water cooler yang dipasang pada tenda jemaah tahun lalu, Abduh menjelaskan bahwa kalau water cooler hanya angin yang disemprotkan melalui filter air sehingga tidak terlalu memberikan efek dingin. “Kalau ini ada airnya, mudah-mudahan bisa menetralisir panas dalam tenda,” harapnya. (sam/mai)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dua Pekerja Asal Aceh Dipulangkan dari Malaysia Karena Sakit, Haji Uma Turut Bantu Biaya

13 June 2024 - 22:23 WIB

Perjuangan Ayat Suci Mengikuti Tes Tamtama Polri Memakai Sepatu Koyak

13 June 2024 - 19:33 WIB

Cair, Gaji ke-13 dan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai ASN Aceh Besar

13 June 2024 - 14:56 WIB

Disdik Aceh Canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

13 June 2024 - 08:08 WIB

Berhasil Tekan Laka Lantas secara Kolaboratif, Ditlantas Polda Aceh Dapat Penghargaan

12 June 2024 - 15:37 WIB

Cetak Rekor! Timnas Indonesia Jadi Satu-satunya Wakil ASEAN Melaju ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

12 June 2024 - 14:49 WIB

Trending di NASIONAL