LGBT Mulai Marak di Lhokseumawe

Tolak LGBT 

LHOKSEUMAWE (RA) – Kurangnya perhatian dan pemgawasan keluarga maupun instansi terkait, keberadaan Lesbian Gay Bisex dan Transex (LGBT), semakin bebas berekspresi di kota Lhokseumawe. Umumnya para LGBT ini kaum remaja.

Berdasarkan amatan media ini, selain di beberapa tempat umum, keberadaan merekapun marak dijumpai ditempat rekreasi jalan linkar waduk Lhokseumawe.

Ketua Komunitas Komunikasi Informasi Rakyat Aceh (K2IR) Kamis (1/9), menyebutkan keberadaan kaum penyuka sesama jenis memang tidak bisa dipungkiri di kota sebutan Petro Dolar ini.

Meski keberadaan LGBT belum terdeteski secara kasat mata di kota Lhokseumawe, namun keberadaan kaum penyuka sesama jenis sudah lama berkembang didaerah ini umumnya Provinsi Aceh, bahkan komunitas kecil itu pun sangat leluasa berkembang di Kota Lhokseumawe.

“Kebanyakan dari mereka memang para remaja,” tuturnya kepada koran ini kemarin.
Menanggapi hal itu, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) meminta Gubernur Aceh, segera mengeluarkan Qanun tentang larangan faham LGBT. Hal itu mengingat keberadaan LGBT di Indonesia sedang menjadi pembahasan diberbagai kalangan, jelas Tgk Asnawi, Ketua MPU setempat.

“Sebaiknya Pemerintah Aceh mengantispasi terlebih dahulu dengan mengandalkan undang-undang kekhususan Aceh, untuk mengeluarkan qanun larangan keberadaan LGBT di Aceh,” ungkapnya belum lama ini.

Dijelaskan, antispasi faham LGBT sedini munkin umumnya di Aceh dan Khususnya di Lhokseumawe didasari dengan berbagai kekuatan dan kelicikan organisasi tersebut.
“Daerah kita Aceh yang Islami harus diselamatkan dari kaum yang pernah dikutuk Allah SWT,” tuturnya. Bahkan LGBT merupakan ancaman bagi masyarakat yang hidup dengan budaya ketimuran.

Seraya menambahkan saat ini pihaknya sedang mengambil langkah-langkah untuk membatasi berkembangnya LGBT di Lhokseumawe. Baik itu dengan cara melakukan tausiah dan menerbitkan buletin untuk memberikan pemahaman tentang bahayanya LGBT. (val/msi)