Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

LHOKSEUMAWE · 2 Sep 2016 07:28 WIB ·

LGBT Mulai Marak di Lhokseumawe


 LGBT Mulai Marak di Lhokseumawe Perbesar

Tolak LGBT 

LHOKSEUMAWE (RA) – Kurangnya perhatian dan pemgawasan keluarga maupun instansi terkait, keberadaan Lesbian Gay Bisex dan Transex (LGBT), semakin bebas berekspresi di kota Lhokseumawe. Umumnya para LGBT ini kaum remaja.

Berdasarkan amatan media ini, selain di beberapa tempat umum, keberadaan merekapun marak dijumpai ditempat rekreasi jalan linkar waduk Lhokseumawe.

Ketua Komunitas Komunikasi Informasi Rakyat Aceh (K2IR) Kamis (1/9), menyebutkan keberadaan kaum penyuka sesama jenis memang tidak bisa dipungkiri di kota sebutan Petro Dolar ini.

Meski keberadaan LGBT belum terdeteski secara kasat mata di kota Lhokseumawe, namun keberadaan kaum penyuka sesama jenis sudah lama berkembang didaerah ini umumnya Provinsi Aceh, bahkan komunitas kecil itu pun sangat leluasa berkembang di Kota Lhokseumawe.

“Kebanyakan dari mereka memang para remaja,” tuturnya kepada koran ini kemarin.
Menanggapi hal itu, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) meminta Gubernur Aceh, segera mengeluarkan Qanun tentang larangan faham LGBT. Hal itu mengingat keberadaan LGBT di Indonesia sedang menjadi pembahasan diberbagai kalangan, jelas Tgk Asnawi, Ketua MPU setempat.

“Sebaiknya Pemerintah Aceh mengantispasi terlebih dahulu dengan mengandalkan undang-undang kekhususan Aceh, untuk mengeluarkan qanun larangan keberadaan LGBT di Aceh,” ungkapnya belum lama ini.

Dijelaskan, antispasi faham LGBT sedini munkin umumnya di Aceh dan Khususnya di Lhokseumawe didasari dengan berbagai kekuatan dan kelicikan organisasi tersebut.
“Daerah kita Aceh yang Islami harus diselamatkan dari kaum yang pernah dikutuk Allah SWT,” tuturnya. Bahkan LGBT merupakan ancaman bagi masyarakat yang hidup dengan budaya ketimuran.

Seraya menambahkan saat ini pihaknya sedang mengambil langkah-langkah untuk membatasi berkembangnya LGBT di Lhokseumawe. Baik itu dengan cara melakukan tausiah dan menerbitkan buletin untuk memberikan pemahaman tentang bahayanya LGBT. (val/msi)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Pj Bupati Aceh Utara Terima Deviden Tahun 2023 dari Bank Aceh Rp 13,8 M

13 June 2024 - 17:04 WIB

Kunjungan Kerja Dandim 0103/Aceh Utara Ke Makoramil Jajaran

11 June 2024 - 18:02 WIB

Pj Bupati Mahyuzar Pimpin Rapat Penanggulangan Inflasi dan TBC

10 June 2024 - 19:15 WIB

Santriwati Berprestasi di Dayah Darul Ulum Al- Munawwarah Terima Hadiah Tiket Umrah

10 June 2024 - 16:48 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN UP3 Lhokseumawe Libatkan Ratusan Pegawai Bersihkan Pantai

8 June 2024 - 14:51 WIB

Pemkab Aceh Utara Mulai Cairkan Gaji ke-13 Senilai Rp 48,1 Miliar

7 June 2024 - 08:11 WIB

Trending di LHOKSEUMAWE