Uji Kesehatan Calon Gubernur Diperketat

Bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (kiri) bersama Jusuf Kalla yang akan menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (22/5). Tes kesehatan ini merupakan syarat untuk mengikuti Pilpres. Ricardo/JPNN.com

 

BANDA ACEH (RA)- Komisi Independen Pemilihan (KIP) memperketat proses uji kesehatan para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Selain pemeriksaan kesehatan fisik dan kejiwaan, lembaga yang melaksanakan uji juga bertambah.

KIP Aceh menetapkan pelaksanaan uji kesehatan berlangsung di Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Dijadwalkan, pemeriksaan berlangsung dari 24 hingga 25 September mendatang.

Lembaga yang bakal menguji Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh, dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi). Ketua IDI Aceh, dr Fachrul Jamal mengakui pemeriksaan kesehatan pasangan calon gubernur semakin diperketat.

“Sebelumnya, pemeriksaan kesehatan kandidat hanya dilakukan oleh IDI. Tapi tahun ini ada BNN dan Himpsi,” kata Fachrul Jamal kemarin.

Menurutnya, adapun hal-hal yang diperiksa mencakup pemeriksaan fisik total dari ujung rambut sampai ujung kaki, pemeriksaan psikologi, dan narkoba. Katanya, seorang pimpinan daerah harus terjamin kesehatan.

“Tidak boleh ada gangguan dari sistem organ tubuhnya, tidak boleh terlibat penggunaan obat-obat terlarang, tidak boleh ada gangguan kejiwaan, dan psikologi,” tutu Fachrul.
Pendaftaran tes kesehatan calon kepala daerah akan dibuka pada 23 September di Kantor KIP dan Rumah Sakit Umum Zaionel Abidin. “Saya pikir yang menjadi titik fokus kita kali ini, dengan waktu yang sempit ini kita bisa menyelesaikan pemeriksaan dengan baik,” ujarnya.(mag-64/mai)