Cuti Hamil, Guru Tak Dapat Uang Makan

Guru upacara. Foto: dok.JPNN 

 

BANDA ACEH (RA) – Cuti hamil 6 bulan bagi seorang perempuan yang melahirkan, beredar informasi bahwa mereka tidak mendapatkan uang makan dan gaji sertifikasi juga hilang. Bisa jadi, tidak semua
perempuan senang yang sudah berstatus PNS gajinya dipotong begitu
saja.

Beberapa guru di Banda Aceh, melalui penelusuran Rakyat Aceh terkait cuti hamil melahirkan, mereka lebih baik cuti tidak berkepanjangan bila gaji sertifikasi hilang.

“Kalau uang makan hilang gak apa-apa yang penting gaji sertifikasi tidak hilang, bagi cuti yang melahirkan,” ujar salah seorang di MTsN di Banda Aceh yang tidak mau ditulis namanya.

Biasanya kata dia, gaji sertifikat diterima 6 bulan sekali, dan besarnya sekali gaji pokok yang harus diterima selama ini, bagi guru yang sudah lulus sertifikasi.

Ia menilai, apa yang dilakukan dengan Pergub ASI dari pemerintah Aceh sebuah kebijakan yang baik demi menciptakan ASI eksklusif bagi bayi.

Terkait hal ini, Ketua PGRI Aceh, Ramli Rasyid menilai, cuti melahirkan itu hak yang diberikan oleh pemerintah lebih dari ketentuan nasional dan tidak perlu diperdebatkan, yang terpenting hak telah diberikan pemerintah.

Dikatakan, terkait dengan gaji yang sudah sertifikasinya hilang, Ramli Rasyid menyarankan, ambil saja cuti 1 bulan sebelum melahirkan dan 2 bulan pasca melahirkan, jadi kenapa harus diperdebatkan yang
terpenting hak telah diberikan pemerintah.

“Persoalannya teman-teman mau memanfaatkan itu. Hak teman-teman jadi jangan dirisaukan, yang perlu bagaimana menyangkut efektifitas dan efisien dengan tenggang waktu yang teah diberikan,” demikian Ramli Rasyid, Ahad (4/9). (adi/rif)