Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

LHOKSEUMAWE · 6 Sep 2016 07:15 WIB ·

Bandara Malikussaleh Terus Merugi


 Bandara Malikussaleh Terus Merugi Perbesar

Petugas menunggu kedatangan pesawat di Bandara Malikussaleh, Senin (5/9). Aset dan pengelola Bandara Malikussaleh di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, akan diserahkan ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
ARMIADI/RAKYAT ACEH

 
KRUENG MANE(RA) – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tidak sangup kelola Bandara Malikussaleh di Kecamatan Muara Batu. Hal tersebut mengakibatkan, pendapatan serta pengeluaran setiap tahun tidak sebanding. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia akhirnya mengambil alih pengelolaan dan aset bandara. Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Utara, F. Badli membenarkan pengambil alihan tersebut.

“Suratnya sudah kita serahkan kepada Pak Sekda agar diteruskan kepada Pak Bupati untuk ditandatangani tentang penyerahan aset dan pengelola Bandara Malikussaleh ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,”ucap F. Badli, Senin (5/9).

Ia menjelaskan, jika aset dan pengelolaan Bandara Malikussaleh sudah diserahkan Kementerian Perhubungan maka akan mendapatkan bantuan dana dari APBN tahun 2017. Baik itu untuk perluasan dan perpanjangan runway maupun bangunan utama bandara, termasuk ruang tunggu penumpang.

Menurutnya, jika mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara, untuk mengelola bandara sebagai jalur transportasi udara sangat tidak mungkin, anggaran yang dimiliki cukup terbatas. Sehingga diperlukan suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN). Seperti Bandar Udara Rembele, Kabupaten Bener Meriah dan Bandar Udara Meulaboh.

“Setiap tahun kita harus mengeluarkan dana sebesar Rp 1,2 miliar untuk pengelolaan Bandara Malikussaleh. Sedangkan pemasukan yang diterima sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak sebanding hanya Rp 600 juta,”jelasnya.

Selain itu, jelasnya, selama ini Bandaran Udara Malikussaleh melayani penumpang melalui maskapai penerbangan pesawat Wing Air terbang tiga kali dalam seminggu, sejak tahun 2010 lalu. Sedangkan pesawat Garuda Indonesia terbang setiap hari, sejak 2015 lalu hingga sekarang. (arm/msi/mai)

 

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Darurat Judi Online, Korem Lilawangsa Razia Handphone Prajurit TNI

21 June 2024 - 23:19 WIB

Cegah Judi Online, Kodim 0103/Aceh Utara Sidak Handphone Prajurit Dan PNS

21 June 2024 - 18:11 WIB

Polda Aceh Mutasi Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe “Bersama Kasat Lantas dan 4 Kapolsek”

20 June 2024 - 18:03 WIB

IKA Unimal Segera Gelar Mubes 

16 June 2024 - 14:17 WIB

Rudapaksa Anak Dibawah Umur dan Sebarkan Foto Bugil, Oknum Guru Ngaji Ditangkap

14 June 2024 - 20:42 WIB

ILC Menjadi Interprestasi Harapan Baru Kota Lhokseumawe

14 June 2024 - 17:35 WIB

Trending di DAERAH