Siswa Prajabatan PLN Aceh Jalani Diklat Bela Negara

General Manager Perusahaan Listrik Negar (PLN) Bob Saril (kiri) memberikan arahan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara bagi siswa prajabatan SLTA taham I tahun 2016 di Dandodik, Rindam Iskandar Muda, Matai, Aceh Besar, Senin (5/9).
SULAIMAN AHMAD/RAKYAT ACEH

 

BANDA ACEH (RA) – General Manager PT PLN Wilayah Aceh Bob Saril menjadi Irup pada upacara pembukaan Pendidikan dan latihan (Diklat) Bela Negara prajabatan calon pegawai PT. PLN (Persero) di Resimen Induk Kodam (Rindam) Iskandar Muda, Senin (5/9).

Pada tahun ini, kata Bob Saril, PLN membuka lowongan pekerjaan untuk tingkat SMA/SMK. Pelamarnya waktu itu ada 1400 orang, namun jumlah penerimaan hanya 73 orang.

Siswa yang mengikuti prajabatan tersebut merupakan peserta yang lulus uji administrasi dan tulis dari 1.400 peserta yang mengikuti seleksi penerimaan calon pegawai PLN tingkat SLTA sederajat. Dari 73 peserta tersebut 11 di antaranya peserta dari perempuan.

Mereka akan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara serta wawasan kebangsaan dimulai 5 hingga 14 September 2016.

Setelah itu, akan mengikuti pendidikan di Udiklat Tuntungan. Disana mereka akan mengikuti on job training (OJT) sebelum menerima surat keputusan kepengangkatan pegawai PLN.

Sebelum masuk menjadi pegawai PLN, maka kewajiban PLN untuk mendidik para calon pegawai. Salah satunya yang harus dilalui dalam masa prajabatan, adalah pendidikan Bela Negara. “Pendidikan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa semangat cinta tanah air serta kedisiplinan kepada para siswa,” kata Bob Saril.

Dirinya menyampaikan bahwa PLN, merupakan perusahaan yang melayani seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, sebagai perusahaan besar, maka sangat membutuhkan orang-orang yang cinta akan tanah air untuk membangun bangsa.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin meningkatkan jiwa kedisiplinan. Apalagi tugas PLN ke depan semakin berat terutama penugasan dari Pemerintah adalah pembangunan 35 ribu Mega Watt beserta pembangunan transmisi 48 ribu km. beserta jaringan – jaringan distribusinya.

Mereka juga harus memahami bahwa bahwa tugas PLN melayani pelanggan, untuk itu dibutuhkan orang-orang yang bisa bekerja keras dan pantang mundur dalam memberikan pelayanan yang maksimal.

“Kita membutuhkan orang – orang yang bekerja keras, kerja cerdas dan tuntas, serta pantang mundur,” tegasnya.

Bob melanjutkan, melalui kegiatan tersebut pihaknya juga ingin menumbuhkan jiwakorsa, sehingga dapat menumbukan sikap saling peduli. “Semangat jiwa korsa ini harus tumbuh, kebersamaan itu penting ringan sama dijinjing berat sama dipikul,” demikian tegasnya.

Usai menjadi Irup pada upacara pembukaan (Diklat) Prajabatan Bela Negara, GM PT PLN Wilayah Aceh Bob Saril menyerahkan bantuan untuk pembangunan Masjid Ar Rahman Rindam Iskandar Muda berupa 300 zak semen dari program bantuan bina lingkungan PLN Aceh. Pada sore harinya, Bob Saril menyerahkan bantuan berupa perlengkapan dan fasilitas ibadah untuk masjid Al – Fitrah, Neusu Jaya, Banda Aceh. (slm/mai)