Ketua KIP Tinju Komisioner

PERAWATAN: Komisioner Kip Divisi Humas, Anwar mendapat perawatan medis setelah di bogem oleh ketua KIP bener Meriah, Pan Teraya, Rabu (7/9).
MASYURI/RAKYAT ACEH

 

REDELONG (RA) – Silang pendapat antara Iwan Kurnia Ketua KIP Bener Meriah dan Anwar Komisioner Divisi Humas, berakhir ricuh. Diduga, kericuhan terjadi akibat Iwan tak mampu mengendalikan emosi, saat Anwar tidak memberikan data permintaannya. Hingga ia memilih melayangkan tinju ke wajah Anwar.

Peristiwa tersebut terjadi di ruang kerja sekitar pukul 13.40 WIB, Rabu (7/9). Insiden itu menyebabkan Anwar mengalami luka memar dan bengkak di bagian alis mata, pipi dan leher.

Paska kejadian, seluruh pegawai KIP Bener Meriah tutup mulut. Wajar saja, kericuhan melibatkan para petinggi di lembaga itu. Bahkan petugas keamanan, melarang wartawan Rakyat Aceh masuk ke kantor KIP walau akhirnya, sukses bertemu dengan Iwan Kurniawan.

Iwan menjelaskan, tidak terjadi apa-apa. Namun menurutnya, kejadian tersebut hanya sekedar peringatan. Ia meminta wartawan menunggu hasil dari penyelesaian. Apalagi, tahapan Pilkada baru dimulai.

“Kita berharap tidak menyebar luas dan cukup sampai di sini. Saya hanya meminta data namun ketika ditanya ia menghentak, apakah logis ketua tidak mengetahui data-data PPS, PPDp, dan data lainnya sementara dia (Anwar) Humas,” ujar Iwan.

Sementara itu, Anwar saat sedang divisum di Pukesmas Pante Raya, lebih banyak diam. Ia bercerita, dipanggil ketua ke ruangannya. Hanya berdua di dalam ruangan, ia meminta data PPS. “Saya tidak melakukan perlawanan, dan saya hanya menangkis serangan, mengingat saya adalah pejabat publik,” ujar Anwar.

Sementara, Dr Hardi dr umum Pukesmas Panteraya usai melakukan perawatan mengatakan, terdapat luka memar dan bengkak di bagian pipi, leher, dan di bagian samping alis di dalam kulit. “Karena akibat benturan mata sebelah kiri merah, sehingga harus dirawat jalan dan diperiksa spesialis mata,” sebutnya.

Sementara itu, AKBP Deden Sumantri Sik,M.Si Kapolres Bener Meriah melalui IPDA Muhamad Nizar Sh Kasat Intel mengaku belum mendapat keterangan dari yang bersangkutan karena masih divisum. ”Kita sudah memangil sekretaris, dan beberapa orang, namun saat kejadian mereka sedang shalat. Hanya mereka berdua yang berada di dalam saat insiden terjadi,” ujar Muhamad Nizar.

KIP Aceh Minta Kronologis

Sementara itu, Ridwan Hadi Ketua KIP Aceh menyatakan pihaknya sudah mendapat kabar kasus pemukulan tersebut. Namun informasi yang diperolehnya belum lengkap, pasalnya, ia saat ini sedang berada di Jakarta.

“Coba hubungi pak Basri saya masih di Jakarta, saya sudah minta beliau untuk membuat kronolis,” sebutnya.

Ia optimis, kasus pemukulan tersebut tidak menganggu tahapan Pilkada yang sedang berlangsung. “Tidak mengangu, ini harusnya tidak menggangu sebab ada aturan untuk menyelesaikan itu,” tegasnya. (mag-70/mai)