29 Hari Hilang Basri Ditemukan Tewas Tergantung

IDENTIFIKASI: Petugas  mengidentifikasi mayat di daerah Bukit Sama perbatasan Aceh Tengah- Bener Meriah, Kamis (8/9). Korban diketahui warga Ronga-Ronga Kecamatan Gajah Putih Bener Meriah.
MASHURI/RAKYAT ACEH

 

REDELONG (RA) – Pencarian keluarga Basri Bin Sopyan (21) terhenti sudah. Pemuda yang selama 29 hari dicari, bahkan melalui aku facebook, ditemukan tewas tergantung di gubuk kebun daerah Bukit Sama perbatasan Aceh Tengah- Bener Meriah, Kamis (8/9).

Penemuan mayat Basri warga Ronga-Ronga Kecamatan Gajah Putih Bener Meriah juga secara tak sengaja. Suryadi (38) dan Adi (35) pertama kalinya melihat mayat tersebut, Kepada Rakyat Aceh mengaku terkejut dan ketakutan.

Diceritakan keduanya, penemuan mayat korban memang secara tak sengaja. Mereka pada saat itu disuruh oleh Toni, pemilik kebun tempat korban ditemukan, untuk membesik kopi milik warga Mutiara Baru tersebut.

“Sesampainya (08:30) di kebun kami melihat mayat tersebut dan langsung melaporkan ke imam Kampung dan Reje Kampung. Saya sempat mengatakan kepada adi pelan-pelan saja namun merasa takut melihat mayat tersebut” ujar Suryadi Setelah itu lanjut Suryadi, Imam dan masyarakat menuju TKP untuk melihat mayat tersebut dan menunggu pihak kepolisian.

Dari pantauan wartawan Rakyat Aceh dTKP, bau menyengat hingga 25 meter. Kebun kopi milik Toni berada di lahan terjal dan masih semak belukar, persis di pinggiran, sehingga tidak ada warga yang melintas ke perkebunan tersebut, tidak tersedianya akses jalan.

Penemuan ini kemudian dilaporkan kepolsian. Aggota kepolisian Bener Meriah dan Polsek Bukit lebih awal berada di lokasi kejadin, namun setelah mendengar informasi dari masyarakat, wilayah tersebut masuk ke Kampung Bukit Sama, Kecamatan Kebayakan Takengon Aceh Tengah. Sehingga pihak kepolisian terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Polsek Kebayakan, sebagai daerah hukum, dan menuggu datangnnya personil dari lokasi.

AKBP Deden Soemantri S.I.K M.Si Kapolres Bener Meriah melalui IPDA Dasril Kapolsek Bukit saat berada di lokasi kejadian mengatakan, sebelumnya sempat memberikan praduga-praduga bahwa korban meninggal dibunuh.

Namun setelah keluarga bersangkutan datang, dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri namun demikian, pihaknya tetap menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Muyang Kute.

Saat ini, lanjut Dasril kasus tersebut telah ditangani oleh polres aceh tengah , yakni iptu candra baharudin Kbo reskrim Polres Aceh Tengah dan kapolsek Kebayakan. Korban telah dibawa ke RS Muyang Kute Bener Meriah untuk di visum. Korban di ketahui memiliki ganguan jiwa.

Dari keterangan keluarga korban dasril mengatakan diduga meninggal 29 hari lalu, dan pihak keluarga sudah melakukan pencarian, dan menyebar luaskan pengumuman melalui fecebok, adapun kronologis kejadian

Sekiranya pukul lima sore ia dan abangnya dari takengon menuju ronga-ronga mengendarai roda 2 korban melarikan diri setelah berhenti di kilo meter 92 karena ban kenderaan yang ditumpangi bocor.

Suryadi (38)dan Adi (35) pertama kalinya melihat mayat tersebut, Kepada Rakyat Aceh mengaku terkejut dan ketakutan, “ Kami melihat ada mayat korban, Kami disuruh Toni untuk membesik kopinya, dan sesampainya (08:30) di kebun kami melihat mayat tersebut dan langsung melaporkan ke imam Kampung dan Reje Kampung, saya sempat mengatakan kepada adi pelan-pelan saja namun merasa takut melihat mayat tersebut” ujar Suryadi Setelah itu lanjut suryadi imam dan masyarakat menuju TKP untuk melihat mayat tersebut dan menunggu pihak kepolisian.

Dari pantauan wartawan Rakyat Aceh di TKP, bau menyengat hingga 25 meter, di kebun kopi milik toni yang terjal dan masih semak belukar berada perses di pinggiran, sehingga tidak ada warga yang melintas ke perkebunan tersebut, tidak tersedianya akses jalan. (mag-70/min)