Pasung Pasien Ganggauan Jiwa Dilepas

BEBAS PASUNG: Petugas Dinkes Aceh dibantu Dinkes Pidie, membuka kurungan NJ, pasien Jiwa asal Grong-Grong, Kabupaten Pidie, Kamis (8/9). NJ telah mengalami kurungan selama dua tahun dimana sebelumnya dipasung dirumahnya.
ZIAN MUSTAQIN/RAKYAT ACEH

 

SIGLI (RA) – Dinas Kesehatan Aceh, dibantu Dinas Kesehatan Pidie, melepaskan seorang pasien sakit jiwa, berinisial NJ, warga Gampong Grong-Grong, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie, yang dikurung dan dipasung di halaman rumahnya, Kamis (8/9).

Pasien tersebut terpaksa dikurung keluarganya karena prilakunya dinilai sangat meresahkan masyarakat. Sebelumnya korban dipasung didepan rumahnya. Pembebasan pasungan pasien jiwa tersebut dipimpin langsung Kadiskes Aceh, dr. Hanif, didampingi Kadiskes Pidie, dr. Fajriman, dibantu petugas kesehatan dari kedua lembaga teraebut.

Kadiskes Aceh, dr. Hanif, kepada wartawan mengatakan, pembebasan pasien pasung merupakan pogram Kadinkes Aceh, bertujuan memberikan hak warga negara Indonesia, khususnya Aceh, bebas dari pemasungan. Dia juga menjelaskan seluruh Aceh sebanyak 80 pasien jiwa yang masih dipasung, di Pidie ada sebanyak 9 pasien jiwa.

“Untuk membebaskan semuanya, kami kerjanya tim, sekarang kami langsung turun kelokasi, tapi untuk selanjutnya akan diteruskan oleh Dinkes Pidie,” katanya.

Sementara Kasi Konseling Trauma Dinkes Pidie, Syarifah Yessi H, kepada Rakyat Aceh, mengatakan NJ merupakan pasien jiwa yang diakibatkan penyalahgunaan narkoba, dia sudah berada dikurungan rumahnya selama dua tahun terakhir, sebelumnya dia juga dipasung dibawah rumahnya yang merupakan rumah adat Aceh, jelasnya.

Sementara kakak pasien, Ani, kepada Rakyat Aceh, mengharapkan dia mengharapkan pemerintah bisa mengobati adiknya tersebut. Dia sangat sedih melihat adiknya harus dipasung bahkan sampai dikurung, dia mengatakna pihak keluarga terpaksa melakukan itu karena korban sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Dulu kami bebaskan, tapi dia brutal mukulin orang lain, sudah berulang kali masuk rumah sakit untuk diobati. Dia sudah mengalami gangguan jiwa sejak tahun 1996, saat itu dia masing menjadi seorang tentara,” terangnya. (zia/min)