DPRK Dapat Jatah Mobil Baru

 

SIMEULUE (RA) – 10 dari 20 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, mendapatkan mobil dinas dari pemerintah setempat. Sementara 10 anggota lainnya telah mendapatkan jatah pada tahun 2014.

Mobil dinas para wakil rakyat tersebut jenis Avanza, diserahkan bertahap sejak 3 September 2016 lalu. Pengadaan mobil, dibenarkan Wakil Bupati Simeulue, Hasrul Edyar, “iya benar, ada pengadaan 10 unit mobil baru yang peruntukan untuk anggota dewan, dan sebahagian telah diserahkan, dan sebelumnya juga memang sudah ada disana 10 unit mobil dinas,” kata Wabup Hasrul Edyar, Ahad (11/9).

Hal serupa juga diakui Wakil Ketua DPRK Simeulue, Rosnidar Mahlil SE. “Benar memang ada, mobil operasional yang baru untuk anggota dewan, sebanyak 10 unit dari Pemkab Simeulue, dan sebelumnya telah ada 10 unit mobil dinas yang telah digunakan, jadi dengan penambahan 10 unit mobil dinas yang baru itu, sebanyak 20 orang anggota kita, sudah dapat semua, setiap satu orang dapat satu mobil dinas,” katanya.

Rosnidar Mahlil, mengingatkan kepada para anggota dewan yang mendapat kenderaan mobil operasional itu, supaya melaksanakan tugasnya lebih maksimal dan lebih meningkat. “Nah, karena masing-masing anggota dewan telah mendapat satu kenderaan dinas, supaya kinerjanya juga lebih meningkat, jangan menurun,” tegas Rosnidar Mahlil.

dr Ikhsan salah seorang anggota DPRK Simeulue, politisi Partai Aceh mengakui dirinya telah mendapatkan mobil. “Iya benar, saya dapat satu, karena yang lain dapat, ya saya juga harus ada mobil dinas Avanza itu,” kata Ikhsan.

Menurutnya, mobil dinas itu bukan permintaan DPRK. Ia menyebutkan, legislatif hanya mengusulkan biaya perbaikan dan perawatan untuk 10 mobil dinas, justru pihak Eksekutif yang mengadakan dan membeli lagi 10 unit mobil baru. Sementara itu, Muhkrimayadi Pejabat Pengadaan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Simeulue, merinci harga persatu unitnya lebih dari Rp 202 juta, kemudian pembeliannya itu berdasarkan E-Katalog.

Namun kenderaan dinas yang sebahagian telah diserahkan kepada wakil rakyat tersebut, masih menggunakan plat hitam, padahal yang biasanya setiap kenderaan baru yang dibeli dari showroom, menggunakan plat putih, kemudian nantinya berubah menjadi plat merah. “Memang nomor polisinya masih plat hitam, bukan plat putih, karena ini masih dalam proses nanti tidak lama lagi, baru akan keluar plat merahnya,” imbuhnya.

Pengadaan dan pembelian mobil baru untuk wakil rakyat oleh Pemkab Simeulue, juga menuai sorotan dari sejumlah warga. Syahrus (40) warga Kota Sinabang, menyatakan kebijakan tersebut tidak tepat. “Saya baru tau, dengan kondisi ekonomi masyarakat yang ada saat ini, ternyata diam-diam wakil rakyat dapat mobil dinas yang baru dan mentah, dibeli oleh Pemda Simeulue, ancung jempol ke bawah untuk legislatif dan eksekutif kita,” tegasnya. (ahi/mai)