Penandatanganan MoU Kersajama antara PLN Aceh dengan PT Semen Indonesia Aceh, Jumat (16/9). Foti Ishak Mutiara 

 

BANDA ACEH – PT PLN (Persero) Wilayah Aceh tandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT. Semen Indonesia Aceh tentang penyaluran tenaga listrik untuk Semen Indonesia Aceh di Kabupaten Pidie.

Kesepakatan kerjasama ditandatangi General Manager (GM) PLN Wilayah Aceh, Bob Saril dan Direktur Semen Indonesia Aceh Bahar Samsu, disaksikan Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Syahrul Badruddin MSi, serta Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera, Amir Rosidin, di Kantor PLN Wilayah Aceh, Jumat (16/9).

Sebagaimana tertuang dalam kesepakatan itu, PT. PLN (Persero) Wilayah Aceh akan menyalurkan energi listrik bagi PT. Semen Indonesia Aceh sebesar 555 Kilo Volt Ampere (KVA) pada tahap pembangunan infrastruktur, dan 50 Mega Volt Ampere (MVA) pada saat berproduksi.

Gubernur Aceh diwakili Asisten III Setda Aceh Syahrul Badruddin, berharap dengan ketersediaan energi listrik dari PLN, maka pembangunan pabrik semen di Kabupaten Pidie dapat berjalan dengan baik, sehingga pada saatnya nanti perusahaan mampu berproduksi secara optimal.

Secara teknis dan administrasi, kata Syahrul keberadaan PT. Semen Indonesia Aceh yang berdiri di atas lokasi seluas 1.500 hektare di Gampong Kulee, Kecamatan Batee, dan Gampong Cot, Kecamatan Muara Tiga, Pidie sudah tidak ada masalah lagi. Pembangunan infrastruktur pabrik semen itu berjalan lancar dan diharapkan dapat segera berproduksi. Kalaupun selama ini ada kendala, masalahnya adalah ketersediaan tenaga listrik untuk mendukung operasional semua sistem dan mesin yang ada.

Dia menekankan, apapun masalah yang dihadapi investor di Aceh, maka pemerintah mencari jalan keluarnya. Bila masalahnya terkait regulasi, maka pemerintah akan evaluasi regulasi tersebut. Jika menyangkut masalah birokrasi, maka dirinya menegaskan akan memberi teguran kepada siapapun yang mempersulit proses administrasi bagi investasi di Aceh.

Lebih lanjut ditegaskan, Pemerintah Aceh, akan menempuh segala cara agar investor nyaman berinvestasi. Karena semakin banyak investasi yang masuk, maka potensi daerah akan dapat dioptimalkan dengan baik.

Terpenting, investor harus mematuhi aturan yang berlaku, termasuk dalam rekruitmen tenaga kerja yang mesti mengutamakan tenaga kerja lokal dan menjaga kearifan lokal. Bukan hanya itu, kesediaan perusahaan dalam mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) juga harus menyasar masyarakat setempat.

Selain itu juga diingatkan agar proses pembangunan infrastruktur PT. Semen Indonesia Aceh dapat dipacu dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan. Serta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, sehingga jika ada masalah di lapangan, dapat diatasi dengan cepat.

Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera, Amir Rosidin, meminta calon investor untuk tidak perlu ragu untuk berinvestrasi di Sumatera, khususnya Provinsi Aceh. Pasalnya, ketersediaan energi listrik sudah sangat mencukup, berapapun kebutuhan akan dipenuhi.
Apalagi, suplai listrik PLN hingga akhir 2016 di Sumatera akan beroperasi sebanyak 1400 Mega Watt (Mw). “Sekarang yang sudah beroperasi 900 Mw, target operasi tinggal 500 Mw lagi,” sebut Amir Rosidin.

Saat ini, PLN Wilayah Sumatera terus meningkatkan penambahan daya sebagaimana program presiden Jokowi ,dengan pembagunan beberapa unit PLTU yang baru sehingga diharapkan kebutuhan Listrik di Sumatera akan tercukupi pada tahun 2020.

Dalam satu tahun pabrik produksi juta ton butuhkan paling tidak 50 mva untuk suplai pabrik itu paling harapkan berasal dari PLN. Mengapa karena kita tahun listrik aceh sudah terkoneksi dengan sumatera sehingga kalau ad ape,mbangkt di sini gagal masih bisa diatasi keandalam lebih tinggi.

Sementara Direktur Semen Indonesia Aceh Bahar Samsu sangat menyambut baik komitmen PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi pabrik semen milik Semen Indonesia Aceh yang sedang dibangun di Kabupaten Pidie.

“Kita sangat mengrapkan dukungan pasokan listrik secara penuh dari PLN,” ujar Bahar Samsu yang ditemui usai kegiatan penandatanganan MoU dengan PT PLN Wilayah Aceh.
Disebutkan, pabrik semen yang akan dibangun di Pidie akan memproduksi 3 juta ton per tahun. Sehingga dibutuhkan pasokan listrik sebesar 50 MVA.

Pihaknya merasa cukup yakin, PLN dapat memuhi pasokan listrik sebesar itu. Apalagi, diketahui sistem kelistrikan Aceh terkoneksi dengan Sumatera Utara. Sehingga kalau di Aceh ada pembangkit yang mengalami gangguan, maka masih dapat disuplai dari daerah lain. Keandalan listrik juga jauh lebih tinggi.

Perlu diketahui, pabrik semen itu berproduksi dalam satu tahun mulai dari 330 hari sampai 340 hari dalam satu tahun. Kalau pasokan listrik tidak minim, maka jumlah hari produksi akan terganggu, maka akan merugikan perusahaan. “Kita harap di 2019 apa yang kami minta 50 MVA sudah terpenuhi,” demikian pungkasnya. (slm)