Misteri Granat Meledak di Mobil Dinas Terkuak

Aulia menghebuskan nafas terahir korban ledakan granat, Ahad (18/9).
MASHURI ERIK/RAKYAT ACEH

 

Dua Korban Meninggal

“Berdasakan hasil identifikasi Jibom ledakan berasal dari dalam mobil, sangat tidak memungkinkan di lempar dari luar karena kaca yang terbuka hanya seukuran sejengkal jari, bagaimana bom itu berada di dalam mobil hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan.” Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Soemantri S.I.K, M.Si

REDELONG (RA)- Insiden ledakan mobil Dinas Mansyur Ketua Komisi A DPRK Bener Meriah yang juga Ketua PAN Bener Meriah, dengan plat 136 Y jenis Innova sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu ( 17/9).

Peristiwa di Km 55 Dusun Menderek, Kampung Alur gading, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, yang ditumpangi tujuh orang dalam mobil tersebut, sehingga mengakibatkan, Anak Mansur Amar Asadiki (10) meninggal dunia di lokasi kejadian, akibat luka di bagian kepala depan dan belakang, Sementara Aulia (21) meninggal dunia setelah mendapatkan perawantan RSU Muyang Kute Bener Meriah pukul 12:02 WIB, Aulia yang merupakan abang Asadiki diketahui mengalami luka Robek di bagian kaki.

Sementara, ibu korban Nurma (50) (istri Mansur) kritis mengalami putus tangan dan urat yang putus pada bagian kaki setelah dilakukan operasi. Korban dirujuk ke RSU Datu Beru Takengon, hingga berita ini diturunkan masih dalam keadaan koma.

Empat korban lainnya, Farhan mengalami luka yang cukup parah di bagian muka, mata tertutup akibat bengkak dan hingga saat ini juga sudah di rujuk ke RSU Datu Beru Takengon. sementara Sertu Hasimi (35 Tahun) Anggota Babinsa Koramil Pondok Baru Kodim 0106, Fauziah, istri Hasimi dan Intan, 5 tahun mengalami luka ringan.

Sertu Hasimi merupakan keluarga dekat Nurma yang merupakan istri Mansur Anggota DPRK Bener Meriah, yang juga mengantarkan anaknya ke pesantren Benyot , saat tiba dirumah sakit Kepada Rakyat Aceh, Hasimi mengatakan, ada seseorang yang telah melemparkan bom ke mobil.

“Saya tidak melihat jelas pelaku karena duduk di bangku belakang namun bomnya agak sedikit panjang, pelaku hanya sendiri mengunakan kenderaan roda dua yang mengenakan helem dan jaket berwarna hitam saat meledak, mobil dipenuhi asap sehingga dengan cepat saya membuka pintu belakang,” ujar Hasimi Kepada Rakyat Aceh dan sejumlah anggota intel di RSU Muyang Kute.

Pantauan Rakyat Aceh di lapangan Amar Sidik sudah di kebumikan di pemakaman belang kucak, Kampung Tingkem Kecamatan Bukit, Bener Meriah pukul 12.30 WIB. Sementara Aulia juga akan dikebumikan di pemakaman yang sama.

Sementara itu, saat di konfirmasi Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Soemantri S.I.K, M.Si usai melakukan identifikasi mengatakan, ledakan berasal dari dalam mobil di bagian dashboard posneling. Saat indentifikasi, tim Jibom juga menemukan pemicu granat yang terlepas di dalam mobil korban.

“Berdasakan hasil identifikasi Jibom (penjinak bom-red) ledakan berasal dari dalam mobil, sangat tidak memungkinkan dilempar dari luar karena kaca yang terbuka hanya seukuran sejengkal jari, bagaimana bom itu berada di dalam mobil hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” Ahad (18/9).

Melalui Rakyat Aceh, Kapolres Bener Meriah menghimbau kepada masyarakat Bener Meriah, agar masyarakat tidak perlu khawatir dan cemas atas insiden tersebut situasi di Bener Meriah saat ini masih kondusif, dan pihaknya telah berkordinasi degan semua pihak termasuk TNI dan Brimob untuk menjaga keamanan masyarakat.

Pulang dari Pesantren

Informasi yang dihimpun, Rakyat Aceh, rombongan keluarga ini sepulang dari Pesantren Al-Zahrah Benyot Kecamatan Juli Kabupaten Bireun mengantar Sakibi, yang masih duduk di bangku kelas 2 MTSN, mobil yang masih melaju dari arah Bireun menuju Bener Meriah meledak.

Dua orang korban, yakni Parhan Rizki dan Nurma terlebih dahulu di larikan ke RSU Muyang Kute sementara korban lainnya mendapat perawatan di Pukesmas, setempat sebelum dilarikan ke rumah sakit, sementara itu, saat insiden tersebut Mansur berada di Jakarta.

Hilman adik kandung Mansur mengatakan, sebelumnya Aulia (korban) sempat becek-cok mulut dengan keluarga istri kedua Mansur, Siti Zulaika melalui via Hp diancam oknum yang mengaku-ngaku anggota. ”Aulia juga sempat mendatangi istri kedua Mansur dan memukulnya bukan hanya dia yang di ancam abang saya juga sempat diancam kalau abang saya menceraikan dia maka, akan ada akibatnya,” ujar Hilman dengan nada emosi.

Munawar adik sulung Mansur mengatakan, sudah ditangani pihak Kepolisian Bener Meriah, dan ia berharap agar pihak kepolisian mengungkap, kasus tersebut dengan cepat.(mag-70/min/mai)