Walikota Langsa Tantang Pemuda Shalat Berjamaah

Salat berjamaah. Foto ilustrasi.dok.JPNN

 

LANGSA (RA) – Wakil Walikota Langsa, Drs. H. Marzuki Hamid, MM, menantang pemuda Kota Langsa untuk melaksanakan shalat berjamaah di mesjid setiap waktu shalat fardhu. Terutama saat safari shalat subuh berjamaah yang dilakukan team Pemko Langsa ke mesjid-mesjid gampong secara bergilir, Minggu (18/9).

“Selama ini hampir setiap mesjid yang kita datangi, baik secara pribadi maupun safari berjamaah untuk shalat subuh dan magrib, rata-rata orang tua bahkan sudah uzur yang ikut berjamaah. Sementara pemudanya sangat sedikit, bahkan bisa dikatakan hampir tidak ada yang ikut shalat berjamaah, ini sangat ironi dan kita mau pemuda Kota Langsa untuk ikut shalat berjamaah setiap waktu,” demikian dikatakan Marzuki Hamid disela-sela safari shalat subuh berjamaah di mesjid Nurul Iman, Gampong Seulalah, Langsa Lama kemarin.

Dijelaskannya, bahwa pemuda adalah pelopor bagi agama Allah SWT dalam hal ibadah seperti shalat, maka seharusnya pemuda berada di garda terdepan untuk menegakkan shalat berjamaah. Bukan malah dibelakang atau hilang sama sekali dari saf mendirikan shalat berjamaah di mesjid-mesjid dengan alasan yang tidak jelas.

Lanjutnya, pemuda juga harus paham tentang shalat dan rukunnya serta cara bersuci yang benar berdasarkan tuntunan, supaya pemuda dapat menjadi motivator bagi generasi berikutnya. “Ini penting, kalau anak muda sudah di depan, dan para orang tua memberi contoh yang baik, dipastikan anak muda lebih bersemangat dan termotivasi dalam melaksanakan shalat berjamaah dan ibadah lainnya. Kita berharap para orang tua, dan pak Imam dapat mengajarkan rukun dan tata cara mengerjakan shalat, mulai dari tata cara beristinjak (bersuci), beruzuk dan cara mengerjakan shalat itu sendiri, sehingga shalat dapat dikerjakan dengan benar dan sah menurut hukum syara’,” demikian harap Marzuki.

Sementara itu Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs. H. Ibrahim Latif, MM mengatakan, dalam acara safari Subuh kemarin di masjid Nurul Iman Desa Selalah, Kecamatan Langsa Lama, Pemko Langsa juga memberikan bantuan dan santuanan kepada 100 orang anak yatim dan fakir miskin warga gampong setempat, berupa sadaqah dalam amplop tertutup dan paket beras 5 kg untuk masing-masing anak yatim dan fakir-miskin. Batuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada anak yatim dan fakir-miskin.

“Setiap kegiatan safari Subuh, yaitu setiap hari Sabtu secara bergilir ke setiap masjid dalam wilayah pemko Langsa, Pemko tetap memberikan santunan bagi semua anak yatim yang ada di gampong tersebut dan fakir-miskin sebanyak 50 orang, “demikian Ibrahim Latif. (dai)