Istri Muda Ditangkap di Rumah

Aulia menghebuskan nafas terahir korban ledakan granat, Ahad (18/9). MASHURI ERIK/RAKYAT ACEH

 

BANDA ACEH – Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan, menjelaskan penangkapan SZ dilakukan polisi di rumahnya, Kampung Suwaka Damai, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Mener Meriah.

“Barang bukti bahwa kita nyatakan ini persoalan keluarga, selain dari pengakuan SZ juga kita dapatkan dari komunikasi antara SZ dan AF, pada pukul 18.00 WIB. SZ bertanya, “gimana sudah dek.” Lalu, AF menjawab, “sudah saya lakukan kak dan lihat saja nanti kabarnya.”
“Berikutnya, SZ kembali menghubungi AF menanyakan perkembangan AF menjelaskan mobil yang dikemudikan MD telah meledak,” sebut Kabid humas,” rincinya.

Goenawan memastikan kasus ini murni persoalan keluarga. Untuk mengetahui jenis bahan peledak dan seperti apa melakukan aksi, saat ini pihak kepolisian selain melakukan pengejaran tersangka. Selain itu, melakukan pemeriksaan jenis bahan peledak yang digunakan.

“Kalau jenis bahan peledak, masih dalam proses pemeriksaan, itu membutuhkan waktu lama,”sebutnya.

Dikatakan kabid humas, karena itu kasus pembunuhan berencana dengan mengunakan senjata api dan bahan peledak tersangka AZ dijerat pasal UU darurat nomor 12 tahun 1951 yo 338 KUHP sesuai dengan laporan polisi nomor LP 84/IX/2016/SKTC/RES BM tangal 18 September 2016.

“Tersangka SZ merupakan seorang PNS yang berdinas di Pukesmas Lampahan Timang Gajah, Desa Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah, Mener Meriah, sedang AF wiraswata,”ungkapnya.

Aulia Target Penggeranatan

Keluarga Aulia dan Amar hingga saat ini masih diselimuti rasa kesedihan yang mendalam, hingga berita ini di turunkan, ibu korban, masih dalam keadaan koma, di RSU Datu Beru Takengon. Hilman (Adik Kandung Mansur) menyampaikan, bahwa penggeranatan tersebut sudah direncanakan pasca Aulia menampar tersangka. Aulia sempat diancam akan digeranat oleh keluarga SZ.

“Saya yakin Aulia menjadi target penggeranatan, ini pembunuhan yang sudah direncanakan sehingga. Kami berharap kepada pihak penegak hukum untuk mengadili pelaku pengeranatan dengan hukuman yang seberat-beratnya, setimpal dengan perbuatanya, yang telah menghilangkan nyawa orang lain,” sebut Eman.(mag-70/ibi/min)