Papan Reklame Diduga Penyebab Robohnya JPO Pasar Minggu

ILUSTRASI/JAWA POSĀ 

 

JAKARTA (RA) – Kapolsek Pasar Minggu Kompol Holden Sirait menerangkan, peristiwa robohnya jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih dalam tahap penyelidikan.

Meski begitu, hasil pemeriksaan sementara polisi memiliki kesimpulan setelah mengecek lokasi, Minggu (25/9) pagi.

“Memang kita ketahui angin kencang sekali saat hujan turun. Saking kencangnya angin membuat roboh JPO dan membuat sejumlah pengendara tertimpa,” kata Holden saat dikonfirmasi, Minggu (25/9).

Dari pengecekan awal, Holden menerangkan, papan reklame membuat angin tertahan dan terus-menerus membuat JPO terdorong.

“Seharusnya konstruks reklame harus berdiri sendiri bertumpu pada gelagar dan tidak boleh menempel pada railing,” ucap dia.

Lalu dia melanjutkan, papan reklame mesti berada 30 sentimeter dari gelagar ke bawah dengan ketinggian satu meter.

“Namun nyatanya reklame menempel pada railing. Lalu ketinggian reklame juga mencapai tiga meter dan menutupi seluruh JPO sehingga menghambat angin,” terangnya.

“Dengan adanya tekanan angin yang besar , rangka railling JPO tidak kuat menahan gaya angin yang besar sehingga mengakibatkan railling JPO roboh,” timpalnya.

Meski begitu, Holden menambahkan, mereka masih menunggu hasil olah TKP dari Puslabfor Bareskrim Polri untuk memastikan apa sebenarnya penyebab ambruknya JPO yang menyebabkan tiga orang meninggal dan delapan dirawat di rumah sakit itu.

“Kami masih dalami hal ini. Dan (kesimpulan) itu bukan yang pasti, kita tunggu hasil labfor dulu,” tukas dia. (elf/JPG)