Warga Trauma Melintas di Bawah JPO

Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos
Warga Trauma Melintas di Bawah JPO

 

JAKARTA (RA) – Insiden robohnya jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan membuat warga trauma. Terutama warga yang sehari-hari melintas di bawah JPO itu.

Rama salah satunya, warga yang bermukim di sekitaran Pasar Minggu ini mengaku trauma melintas di bawah JPO tersebut. “Apalagi kalau hari hujan dan berangin. Mending saya bertahan dulu deh,” ucap dia, Minggu (25/9).

Bahkan dia hari ini belum berani melintas di kawasan itu. “Kata teman saya udah dibersihkan puingnya, tapi saya masih takut,” ucapnya lagi.

Dia mengkritik pemerintah soal bagaiaman cara memasang reklame di JPO. Menurutnya belakangan JPO hanya sebagai perekat reklame yang berisikan iklan-iklan.

“Lihat saja sekarang JPO sangat banyak dipasangi reklame iklan. Kan itu mengalihkan fungsi JPO saja,” timpal dia.

Menurut dia, masalah itu harus segera dibenahi, dan jangan sampai ada korban lagi yang tertimpa JPO roboh.

“Moga kejadian ini yang terakhir. Soalnya ngeri juga rasanya kalau kejadian ini terulang,” tambahnya.

Diketahui, pada Sabtu (24/9) sore JPO di Pasar Minggu roboh. Akibatnya tiga orang meninggal dunia dan delapan orang luka-luka. (elf/JPG)