Nuzul Lanjutkan Tradisi Emas Panahan

Atlet panahan Aceh Nuzul Puji Rama melepaskan anak panah dalam final perorangan panahan nasional putra PON XIX di Lapangan Panahan Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jabar, Minggu (25/9). Nuzul Puji Rama berhasil menyabet medali emas setelah mengalahkan atlet panahan Jabar Asep Wandi. PB PON/ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Spt/16.
Atlet panahan Aceh Nuzul Puji Rama melepaskan anak panah dalam final perorangan panahan nasional putra PON XIX di Lapangan Panahan Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jabar, Minggu (25/9). Nuzul Puji Rama berhasil menyabet medali emas setelah mengalahkan atlet panahan Jabar Asep Wandi. PB PON/ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Spt/16.

SOREANG (RA)-Pemanah muda Aceh Nuzul Puji Rama, sukses merebut satu emas dari nomor nasional perorangan putra dalam perlombaan yang berlangsung di arena panahan Gelora Sabilulungan, Soreang, Jawa Barat, Ahad (25/9).

Pada partai final itu, Nuzul sukses menghentikan perlawanan pemanah tuan rumah Jawa Barat, Asep Wani. Bidikan Nuzul membuat pendukung tuan rumah terdiam dengan skor 7-3 (26-26, 24-26, 28-26, 28-27, 28-26).

Sebelumnya, Nuzul Puji Rama lolos ke final usai mengalahkan Ego Irza Rahman (Sumbar) 6-2 (29-26, 28-29, 27-25, 29-26). Sementara Asep Wandi, losos ke final, usai di semifinal, Asep menyingkirkan rekan seregunya, Zulqodri 6-4 (28-16, 29-26, 26-30, 25-27, 27-26).

Torehan emas Nuzul menjadi yang kedua di Jawa Barat. Berkat hasil itu, ia melanjutkan tradisi emasnya di Jawa Barat, sebelumnya pada tahun 2015, di lapangan yang sama, Nuzul juga berhasil meraih medali emas dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2015.

“Iya, alhamdulillah bang, saya memang target di nomor individu Nasional, karena pesan orang tua, meminta untuk fokus di nomor ini,” kata Nuzul.

Ketua umum Pengprov Perpani Aceh, Nyak Amir bersyukur atas prestasi atletnya. “Syukur Alhamdulillah berkat doa dan dukungan bapak ibu barusan (kemarin -red) atlet panahan kita berhasil meraih medali emas di ronde nasional aduan perseorangan putra mengalahkan Asep Wandi dari Jawa Barat yang merupakan peraih emas di PON Riau tahun 2012,” kata Nyak Amir.

Selain itu, panahan juga menambah perunggu di aduan beregu putra. “Alhamdulillah dengan berakhirnya pertandingan panahan hari ini. Kita perpani Aceh berhasil memperoleh 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Berkat doa dan dukungan bapak ibu kita dapat menghasilkan medali yang sempurna lebih dari target,” ungkapnya lagi.
Sementara itu, pada penutupan lomba panahan kemarin, Aceh juga menorehkan prestasi membanggakan di ajang ini. Dari 20 provinsi yang ambil bagian, Aceh masuk lima besar.

Dimana raihan satu emas, satu perak dan satu perunggu membuat Aceh berada di peringkat ke lima. Sementara posisi satu menjadi milik Jawa Timur, disusul Jawa Barat, D.I. Yogjakarta, dan Jambi di posisi empat.

*Bonus untuk Ayah

Nuzul sendiri sulit ungkapkan kebahagiannya meraih emas. “Saya hanya mempersiapkan diri 3 bukan dan ini PON pertama saya. Pokoknya saya bahagia sekali karena sebelumnya tak menargetkan bisa meraih medali apapun,” katanya pada wartawan.

Prestasi terbaiknya itu dipersembahkan untuk ayahnya yang menghidupinya selama ini. Menurutnya, ayahnya sedang mengembangkan bisnis air mineral isi ulang. “Bonus untuk ayah agar bisa membesarkan usaha galon isi ulangnya,” kata Nuzul. (rif/mai)