Soal Kasus Dugaan Asusila Tokoh MAA

Ada Utusan Tawarkan Uang Tutup Mulut

SUBULUSSALAM (RA) – Kasus dugaan asusila tokoh Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Subulussalam berinisial KU kini menjadi pertanyaan publik. Pasalnya, sejak kasus ini mencuat dan buah bibir hingga kini belum ada respon baik Pemerintah maupun dari lembaga MAA.
“Kami mengaku sangat kecewa terhadap pemerintah dan komisioner MAA lainnya sehingga kasus ini seolah didiamkan. Meski belum kami laporkan ke kepolisian dan WH, tapi kasus ini sudah mencuat. Tokoh MAA lagi ciuman dan pelukan dengan seorang perempuan diketahui bukan muhrimnya di Lapangan Bekas Kampus Unaya Agustus lalu “ kata Nukman Angkat yang turut menggerebek KU pada waktu itu menjawab rakyataceh, Senin (26/9).

Pasca pemberitaan sempat membuat kasus tersebut menjadi perbincangan hangat di Kota Subulussalam, kata Nukman, ada utusan oknum pengurus MAA mendatanginya agar kasus tersebut didinginkan dan menawarkan uang tunai sebagai uang tutup mulut.

“Saya dan kawan-kawan yang ikut menangkap waktu itu tidak mau ditawarkan utusan itu dan meminta agar KU dicopot dari jabatannya karena telah mencoreng nama lembaga adat,“ kata Nukman.
Atas sikap oknum pengurus MAA seolah sengaja mendiamkan kasus tersebut, Nukman mengaku sangat kecewa “seharusnya dengan adanya pemberitaan dan jadi perbincangan masyarakat, pengurus MAA memanggil kami untuk menindaklanjuti apakah benar atau tidak. Tapi upaya menelusuri kasus itu tidak ada sama sekali “ tambah Nukman.

Nukman pun berjanji akan membawa barang bukti berupa kunci kontak sepeda motor milik perempuan yang masih mereka pegang setelah Wali Kota pulang dari haji nanti “ karena tidak ada iktikat baik dari pengurus MAA, sepulangnya Wali Kota naik haji akan kami sampaikan barang buktinya. Kami tidak ngotot kasus tersebut dibawa ke mahkamah syariah tetapi demi marwah MAA kami meminta agar KU dicopot dari jabatannya “ pinta Nukman.

Senada disampaikan Edi yang merupakan warga Kota Subulussalam, menurut Edi, dengan tidak adanya respon dari pemerintah dan pengurus MAA lainnya terkait kasus itu, secara tidak langsung mendukung perbuatan seorang tokoh MAA yang jelas telah melanggar syariah “ kalau mesyarakat kecil yang melakukan pasti cepat-cepat direspon, apa karena si pelaku ini seorang tokoh di MAA sehingga didiamkan “ tanya Edi.

MAA Subulussalam : Oknum Bersedia Mundur
Terpisah, Wakil Ketua I MAA Kota Subulussalam, Safran Kombih, MH mengaku tidak mengetahui adanya oknum pengurus MAA mendatangi dan menawarkan uang tutup mulut kepada Nukman cs.
Safran mengatakan, beberapa hari lalu KU mendatanginya dan mengatakan siap mengundurkan diri “beberapa hari lalu KU mendatangi saya dan menyatakan siap mengundurkan diri dari MAA,” kata Safran via telepon selulernya.

Terkait tudingan tidak adanya respon dari MAA, Safran membantah dan mengaku sudah merencanakan rapat pleno menanggapi permasalahan tersebut. Namun, kata Safran dengan banyaknya agenda lembaga sehingga rapat selalu diundur “ dalam minggu ini kami akan melakukan rapat pleno “ janji Safran.
Hingga saat ini, pihak KU belum bisa dihubungi dan terkesan menghilang. Beberapa kali dihubungi dan pesan yang dikirim tidak mendapat respon. (lim/min)