Metha Putri Musticha

Emas PON Sang Debutan

BANDUNG (RA)- Atlet Kempo Aceh yang bertarung di Randori putri kelas 50 kilogram sukses mencapai prestasi tertingginya dengan meraih medali emas di PON Jabar 2016. Pada partai final, Metha berhasil mengalahkan Elianita Nisa dari Kalimantan Timur di Sabuga ITB, Bandung, Rabu (28/9).
Raihan medali emas Metha merupakan kejutan, pasalnya, saat Pra PON 2015 di Jawa Barat, Metha tidak mendapat medali. Gadis kelahiran Takengon 24 tahun silam ini hanya meraih posisi delapan besar. Dan mendapatkan masa TC dua bulan yang ditentukan KONI.

“Ini juga surprise untuk saya meraih emas hari ini, karena saya juga tidak menargetkan medali, hanya ingin tampil baik aja tiap tanding, dan alhamdulillah bisa meraih emas, apalagi lawan-lawan juga semua tampil baik,” kata Metha pada Rakyat Aceh.

Penampilan Metha di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016/XIX Jawa Barat merupakan kali pertama baginya bermain di even olahraga terbesar di Indonesia itu. Pelatih Kempo Aceh, Edi Saputra, berharap kepada Metha agar tidak cepat puas dan terus berusaha berlatih menjadi lebih baik lagi.

“Dengan latihan yang hanya dua bulan, ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa yang bisa kita raih hari ini. Waktu itu Pra PON, Metha non medali, maka hanya diberikan TC dua bulan oleh KONI Aceh,” kata Edi.
Sementara itu, ketua Pengprov PERKEMI Aceh, Tanwier Mahdi yang mengalungkan langsung medali menyebut, prestasi itu sudah lebih baik dari PON 2012 Riau.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa mengulang prestasi empat tahun lalu, menjaga tradisi emas di Kempo,” kata Tanwier. Dirinya mengaku puas, apalagi kali ini selain meraih emas, juga ada peningkatan dengan meraih satu perunggu lainnya lewat Riski Wildayana yang juga debutan PON.

Melangkah ke final, Metha sebelumnya berhasil unggul atas Yulia Prayanti asal Nusa Tenggara Barat 10-0. Pada partai final, Metha menghentikan perlawanan Kalimantan Timur – Elianita Lisa dengan 5 -0 dan berhak mendapat medali emas. Pada cabang olahraga Kempo, Aceh menurunkan tiga atlet, Metha Putri, Riski Wildayana, dan Radiyanto Sam. (rif/mai)