KEBAKARAN DI KOTA SUBULUSSALAM

Laporan ; Kaya Alim

SUBULUSSALAM (RA) – Kurangnya kesigapan tim pemadam kebakaran pada saat musibah kebakaran yang melanda masyarakat Desa Suka Maju Kecamatan Sultan Daulat hingga kini menuai kecaman dari berbagai masyarakat. Kebakaran yang menghanguskan 20 unit rumah warga  dan 1 unit diantaranya TPA , serta 22 unit rusak ringan yang terjadi pada Senin (3/10) sekira pukul 2.45 WIB dini hari karena dinilai kegagalan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) sebagai pengelola mobil pemadam kebakaran.

Demikian disampaikan Anggota DPRK Subulussalam, Rasumin kepada rakyataceh, Kamis (6/10). Menurut Rasumin, jika pada kejadian itu mobil pemadam kebakaran tidak mogok akibat sering kekosongan minyak sehingga menimbulkan tangki mobil masuk angin pasti rumah warga tidak begitu banyak menjadi korban amukan si jago merah. Sebab, kata Rasumin, jarak kantor Camat tempat mobil pemadam kebakaran stanbay tak jauh dari lokasi kejadian kebakaran dan hanya berkisar 5  kilometer atau perjalanan 5 menit.

“ ini akibat ketidakpedulian Kepala BPBD untuk memperbaiki mobil pemadam kebakaran dan akibatnya ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal. Padahal mobil pemadam kebakaran sudah lama rusak tapi upaya untuk memperbaiki tidak ada “ kata Rasumin dengan nada kesal.

Rasumin menambahkan, anggaran untuk sevice dan minyak mobil pemadam kabakaran tetap dianggarkan namun saat ada masyarakat butuh pertolongan berbagai alas an didapati dari mesin rusak hingga minyak tidak ada “ mobil pemadam kebakaran yang stanbay di Kecamatan Sultan Daulat terkesan hanya sebagai pajangan tidak berpungsi “ ujar Politisi PAN dapil Sultan Daulat ini.

Rasumin pun meminta Wali Kota Subulussalam untuk mencopot Kepala BPBD yang dinilai tidak mampu menjalankan jabatan yang diembannya. Atas kekecewaan tersebut, Rasumin mengaku sudah menyampaikan kepada Asisten Setdako Subulussalam dalam rapat Banleg dua hari yang lalu dan selanjutnya akan disampaikan pada rapat paripurna mendatang “ saya meminta Wali Kota untuk mencopot Kepala BPBD karena sudah banyak masyarakat kecewa “ pinta Rasumin.

Permintaan pencopotan Kepala BPBD juga datang dari Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra. Menurut Edi, Kekecewaan masyarakat terhadap mobil pemadam kebakaran sudah sering terjadi, bahkan di kecamatan penanggalan sebelumnya dengan kejadian yang sama mobil pemadam nyaris dibakar masa akibat lambatnya mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi.

Seharusnya, kata Edi, itu menjadi pelajaran bagi pejabat BPBD agar tidak terulang kembali. Edi ,menambahkan, Kejadian di Desa Suka Maju Kecamatan  Sultan Daulat menjadi tambahan catatan buruk kinerja BPBD Kota Subulussalam “ Harus ada pembenahan serius dari pemerintah kota subulussalam di tubuh BPBD, untuk apa dipertahankan kalau kinerja buruk, bukankah Wali Kota sering menyampaikan saat pidato jika ada Kepala SKPK dijajarannya berkinerja buruk akan dicopot? karena hal ini tidak main-main, ini berkenaan dengan nyawa dan kehidupan orang banyak “ kata Edi.

Sementara, Kepala BPBD Kota Subulussalam, Nesal saat dihubungi rakyataceh via telepon selulernya tidak banyak memberikan komentar dan langsung mematikan hanponennya “ tanya saja sama camat “ kata Nesal langsung mematikan hanponenya.

Seperti yang disampaikan Sekretaris BPBD Kota Subulussalam, Muzir kepada rakyataceh pada senin (3/10) lalu diposko bantuan, mengatakan bahwa mobil pemadam kebakaran untuk Kecamatan Sultan Daulat sudah lama mengalami kerusakan tapi belum diperbaiki “ sudah lama mobil itu rusak “ kata Muzir pada waktu itu (lim)