Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 12 Oct 2016 05:32 WIB ·

Seulawah Berstatus Darurat


 Seulawah Berstatus Darurat Perbesar

Kebakaran Meluas

ACEH BESAR (RA) – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar meningkatkan status kebakaran hutan lindung dan lahan di kawasan Lembah Seulawah menjadi darurat. Pasalnya, kebakaran semakin meluas hingga ke perbatasan Kabupaten Pidie.

Menurut Sekretaris BPBD Aceh Besar, Zainal Abidin, sebelumnya telah ditetapkan status waspada.
“SK peningkatan itu mungkin hari ini sudah ditandatangani bupati karena sejak kemarin sudah kami sampaikan jika kondisi di lapangan meningkat,” katanya.

Ia menjelaskan, pihak BPBD Aceh Besar mengajukan peningkatan status karena semakin meluasnya areal hutan yang terbakar meski telah dilakukan penanganan serius sejak sebulan terakhir. Menurutnya, kondisi kemarau dan angin kencang membuat jumlah titik api semakin bertambah.

“Sejak sebulan telah dilakukan upaya pemadaman yang maksimal. Tapi karena faktor cuaca, prosesnya tidak berjalan sesuai rencana dan maksimal. Angin juga memperparah sebaran titik api,” tuturnya.
Ia tetap berupaya proses pemadaman bisa berjalan optimal dengan penambahan unit damkar dan personel di lapangan. Meski demikian, bukan jaminan api bisa segera dipadamkan, mengingat sulitnya jangkauan titik api.

“Struktur pegunungan terjal tidak landai. Ada api yang berada jauh di lembah-lembah sehingga dengan menggunakan selang damkar juga tidak sampai menjangkau lokasi. Titik apinya juga terdapat di tengah hutan,” sebutnya.

Ratusan hektar hutan lindung dan lahan yang berada di Kabupaten Aceh Besar terbakar parah sejak tiga hari lalu, menyusul kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut. Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran di Aceh Besar.

*Petugas Kesulitan

Kobaran asap dan api masih membara di tengah Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan, Sare, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (11/10).

Kebakaran hutan tersebut telah terjadi dalam sebulan terakhir ini, pohon-pohon cemara yang tumbuh subur di sana hangus. Tidak hanya itu, kebakaran hutan juga mengganggu kehidupan sejumlah habitat yang berada di sana, padahal taman tersebut wajib dilindungi oleh semua, namun kini pepohonan menjadi arang sedang hutan yang padat tinggal kenangan.

Informasi yang dihimpun Rakyat Aceh, Polisi Hutan (Polhut), Polisi, TNI dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), dalam dua hari terakhir ini mengalami kesulitan untuk melakukan pemadaman, karena api terus menjalar dan besar.

Selain itu, lokasi kebakaranpun jauh dan tak terjangkau oleh mobil Damkar. Kondisi geografis yang curam dan terjal semakin menyulitkan petugas untuk menjinakkan kobaran api, api hanya bisa dilihat tanpa bisa berbuat banyak.

Ada empat titik kobaran api yang terus terbakar, yaitu daerah Palapa, samping Sekolah Polisi Negara (SPN) Sare, Green Aceh dan Batu Hitam. Lokasi titik api itu berdekatan dengan perkebunan dan perkampungan warga. Petugas pun terus bekerja untuk melokalisir titik api, agar tidak menjalar ke perkampungan warga.
Hingga sekarang, di lokasi kebakaran ada dua mobil Damkar sudah dikerahkan dan puluhan petugas, baik dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, petugas Damkar, Polisi, Brimob maupun TNI terus berjibaku menjinakkan api.

“Petugas masih di lokasi kebakaran, mereka berusaha memadamkan api agar tidak merembes ke pemukiman warga. Namun karena keterbatasan alat pemadaman, kita lakukan di beberapa titik lokasi kebakaran saja, kalau yang jauh dari jangkauan tidak,” kata petugas Posdalups BPBD Aceh Besar, Iqbal.
Disebutkannnya, kebakaran di sana memang telah pernah terjadi dalam sebulan terakhir ini, tapi apinya tidak terlalu besar seperti ini, karena kebakaran terus terjadi, ia menyakini ada ratusan hektare hutan yang telah terbakar.

“Ini juga diperparah, sebulan terakhir ini, selain tidak turun hujan, kebakaran terus membara, maka untuk saat ini kita telah menentukan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di sini,” ujarnya. (mag-68/ibi/rif/mai)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kodim 0102/Pidie Gelar Apel Gabungan dan Sidak Handphone Prajurit Cegah Judi Online

21 June 2024 - 14:23 WIB

Polisi Limpahkan Ibu dan Selingkuhan Kasus Pembunuhan Anak kepada Jaksa

20 June 2024 - 20:37 WIB

Bermain di Pantai Saat Libur Lebaran, Tiga Anak Terseret Arus Pantai Bantayan

19 June 2024 - 10:18 WIB

Dandim 0102/Pidie Serahkan Daging Kurban Kepada Anak Yatim, Fakir Miskin dan Warakawuri

18 June 2024 - 16:52 WIB

Rudapaksa Anak Dibawah Umur dan Sebarkan Foto Bugil, Oknum Guru Ngaji Ditangkap

14 June 2024 - 20:42 WIB

Babinsa Koramil Darul Kamal Bantu Pompanisasi untuk Sawah Penduduk

14 June 2024 - 18:23 WIB

Trending di DAERAH