Kodam Iskandar Muda

Banda Aceh (RA) – Kodam Iskandar Muda secara resmi menyambut Mayjen TNI Tatang Sulaiman, sebagai Pangdam baru. Ia mengantikan Mayjen Luczisman Rudy Polandi. Panglima TNI lewat Surat Keputusan No. Kep/751/IX/2015 tanggal 16 Sept 2016, mengangkat mantan Pangdam sebagai Pasahki Pang TNI.
Panglima bersama istri, Nyonya Dewi Tatang Sulaiman, serta rombongan tiba di Lanud, Blang Bintang, Aceh Besar sekitar pukul 7.45 WIB, Rabu (12/10). Turun dari pesawat, mantan Kapuspen TNI itu disambut tarian ranub lampuan.

Dalam penyambutan turut hadir Kasdam IM Brigjen TNI Moch Fachrudin, Sekda Provinsi Aceh, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Kapolda Aceh, Kakanhan, Kabinda Aceh, Irdam, Danrem 011/LW, Danrem 012/TU, Danlanud SIM, Dandim 0101/BS, para staf ahli, Asisiten, LO AU dan AL Para Kabalak beserta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD Iskandar Muda.

Penyambutan juga dilakukan secara tradisional. Alumnus Akademi Militer (Akmil) tahun 1986 itu dipeusijuk (tepung tawar-red) Ketua Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) di ruang transit VVIP Lanud.

“Intinya peusijuk itu memberi pelajaran moral bagi saya, pemerintah, para tokoh dan masyarakat menerima saya. Lalu mendoakan saya dapat memimpin hingga Aceh tetap aman dan damai,” kata Pangdam.

Di Kodam, Mayjen Tatang mengikuti tradisi penerimaan warga baru. Prosesi itu, diawali hormat jajar Regu Jaga dan tradisi pedang pora serta nyanyian Mars Kartika Eka Paksi. Upacara penerimaan dipimpin Kasdam IM di Aula Balai Teuku Umar (BTU) Makodam.

“Pelajaran tradisi penerimaan warga baru, agar saya menjadi prajurit sejati sesuai moto Kodam IM Sanggamara yang berarti menentang marabahaya,” jelas Mayjen TNI Tatang.

*Setelah 16 Tahun

Bagi Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Aceh bukan wilayah kerja baru dikenalnya. Ia fasih benar adat, budaya serta karakter masyakarat Aceh. “Saya pernah bertugas di Aceh selama lima tahun dari tahun 2002 hingga tahun 2007,” sebutnya.

Ia bahkan menjadi Dandim di Aceh Utara, berikutnya, menjabat Wakil Asisten Operasi (Waasops) di Kodam Iskandar Muda. “16 tahun setelah itu, saya diamanah untuk manjabat Pangdam,” jelasnya.
Bekal pengalaman bertugas di Aceh, ia optimis Pilkada serentak akan berlangsung aman, damai serta tertip. Apalagi menurutnya, Kodam memiliki satuan tersebar hingga ke pelosok. Selain itu, para prajurit menghadapi Pilkada dengan profesionalisme.

“Tidak ada masalah, prajurit Kodam tahu apa yang boleh dan tidak dilakukan,” tegasnya.
Kodam juga memiliki patner kerja kepolisian, pemerintah daerah, KIP serta Bawaslu. “Kuncinya sinergi, memiliki satu visi mewujudkan Pilkada yang berjalan tertip, aman dan lancar,” sebutnya.

Ia berharap seluruh masyarakat dan para bakal calon kandidat menyambut Pilkada dengan sukaria tanpa saling fitnah dan melakukan kekerasan. “Mari sama memberikan suasana aman, tertip dan kondusif hingga masyarakat dengan senang hati memilih pemimpinnya,” kata Mayjen TNI Tatang Sulaiman.(mai)