BIREUEN (RA) – Akibat keracunan usai makan bakso bakar, 93 santri Dayah Putri Muslimat di Gampong Putoh, Kecamatan Samalanga, terpaksa dilarikan ke tiga Puskemas di Bireun, selain itu, satu Puskesmas dan RSUD Pidie Jaya. Seluruh santri mengeluhkan sakit perut, muntah dan diare.

Akibat ramainya santri, ranjang di Puskemas tidak mencukupi. Walhasil, sebagian terpaksa tidur di lantai beralaskan matras. “Sampel sudah diambil pihak Puskesmas Samalanga untuk diperiksa memastikan sebabnya,” ujar Tgk Usman, salah seorang pengurus dayah, Kamis (13/10).

Ia menjelaskan, para santri membeli bakso bakar dari pedagang yang berjualan di dayah, Rabu sore. Namun sekitar pukul 20.00 WIB mulai mengeluhkan sakit perut, mual dan muntah. Akhirnya pengurus dayah melarikan ke Puskesmas terdekat, Rabu (12/10) tengah malam.

“Dievakuasi ke Puskesmas Samalanga dan 35 dirawat yang lain ke Simpang Mamplam, Jeunieb Bireuen. Juga Puskesmas Ule Gle dan RSUD Meureude Pidie Jaya,” jelas Tgk Usman.
Kepala IGD Puskesmas Jeunieb Irwandi dan dokter piket dr Dina Kharismawati mengatakan, ada 16 santri diduga mengalami keracunan dirawat intensif.

Semua santri dibawa dari Samalanga itu, mengeluh sakit kepala, sakit perut, mual dan muntah. Mereka sudah mendapat penanganan dan dirawat disejumlah ruang rawat inap Puskesmas Jeunieb.
“Saya tadi ada makan dua buah bakso bakar itu, malam harinya baru perut terasa mual, kepala pening dan muntah,” kata Atika Naura terbaring diopname di Puskesmas Jeunieb.

Sementara piket Puskesmas Simpang Mamplam Bireuen, Nasrul ditemui Rakyat Aceh Kamis dini hari, menjelaskan ada 12 santri diduga sakit akibat keracunan dibawa dari Samalanga.
“Mereka juga mengeluh sakit perut, pening, mual juga ada yang mencret. Semua santri telah mendapatkan penanganan medis dan dalam proses perawatan,” jelasnya.

Keluhan senada juga diungkap dokter piket IGD Puskesmas Samalanga dr Munawurul Hayal dan dr Lisa Variani didampinggi perawat terus memantau santri dirawat di IGD.

Menurut mereka, ada 35 santri diduga sakit perut, pusing, muntah dan mencret akibat keracunan.”Semua sudah mendapat penanganan medis dan santri yang tidak parah diobservasi,” jelas dokter dan perawat.
Menurut guru dayah, Widya Maulida (21), Santri dirawat di Puskesmas Ule Gle ada empat orang dan di RSUD Meureudu Pidie Jaya ada 26 santri.

Para santri mengatakan, bakso bakar baru pertama dijual itu, ramai dibeli para santri tingkat SMP dan SMA itu saat pulang sekolah, harga satu tusuk berisi tiga bakso Rp1.000. Jumlah yang dimakan santri beragam, ada dua hingga sembilan bakso.

Dokter piket RSUD Meureudu Pidie Jaya dr Darmawan mengatakan ada 26 santri dari Samalanga diduga keracunan lagi dalam perawatan. Tujuh orang diantaranya sakit ringan dan menjalani observasi. “Semua santri itu masuk dengan keluhan sakit perut perih, mual, kepala pusing dan muntah ada juga mencret,” jelas dr Darmawan.

Informasi dari RSUD Meureudu, Puskesmas Samalanga, Simpang Mamplam dan Jeunieb. Sebagian besar santri sudah pulih telah dibawa pulang.

Kepala Puskesmas Samalanga Abdul Hadi. memastikan pihaknya mencari tahu penyebab santri keracunan. “Pihak Puskesmas telah mengambil sampel bakso dan saos untuk diperiksa ke laboratorium Dinas Kesehatan Bireuen dan dalam dua hari ke baru diketahui hasilnya,” jelas saat berada di dayah bersama pihak Dinkes Bireuen. (rah/mai)