Haji Uma Hadiri Peresmian Masjid Oesman Al Khair

FOTO BERSAMA : Senator asal Aceh Sudirman (Haji Uma) foto bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di sela peresmian Masjid Agung Oesman Al Khair di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, kemarin (15/10).

 

SUKADANA – Warga masyarakat Kayong Utara, Kalimantan Barat, patut berbangga. Masjid Agung Oesman Al Khair di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, telah diresmikan Presiden Joko Widodo, kemarin (15/10).

Peresmian masjid terapung yang megah dan mewah di Sukadana ini, masuk dalam rangkaian kegiatan puncak Sail Selat Karimata 2016.

Jokowi datang ditemani Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Oedang, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur Kalbar Cornelis, dan Bupati Kayong Utara Hildi Hamid. Senator asal Aceh Sudirman (Haji Uma) juga hadir pada kegiatan peresmian masjid yang mengadopsi arsitektur Timur Tengah tersebut.

Haji Uma mendapat undangan khusus menghadiri peresmian Masjid Oesman Al Khair yang berdiri di lahan seluas 13.690 meter persegi dengan kapasitas tampung hingga 3000 jamaah dan memiliki interior bergaya Maroko.

Masjid ini dibangun dengan donatur utama yaitu Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang.
Selain Haji Uma bersama 15 anggota dan pimpinan DPD RI Muhammad Saleh.

Dalam kunjungan kerja di Kalbar, selain agenda peresmian Masjid Oesman Al Khair di Kayong Utara, Haji Uma bersama anggota dan unsur pimpinan DPD dan MPR juga akan menghadiri puncak acara Sail Selat Karimata 2016 di Pantai Pulau Datok, Sukadana.

Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid bercerita tentang pembangunan masjid itu. Bermula dari keinginan masyarakat yang ingin memperbesar Masjid Al-Qudsi yang tidak jauh dari area yang kini menjadi Masjid Oesman Al Khair. Namun saat warga hendak merenovasi Masjid Al-Qurdsi, datang Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, putra daerah setempat.

Pejabat negara yang akrab disapa OSO itu menawarkan, agar membangun masjid baru di atas tanah miliknya.

“Lahan sudah ada, namun kami kesulitan dana. Karena saat itu kabupaten ini baru saja mekar. Kemudian kita masih banyak membutuhkan dana. Oleh Pak Oesman saat itu, ditawarkan untuk menggunakan dana pribadi beliau dan dana Pemkab Kayong Utara,” kisah Hildi.

Masjid yang bisa menampung 3.000 jamaah itu mulai dibangun 2012 dan selesai pada awal Oktober kemarin.

Pembangunan masjid ini menelan biaya sekitar Rp38 miliar, atas dana patungan dari anggaran Pemkab dan uang Oesman Sapta Odang serta dana corporate social responsibility (CSR) delapan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Lahan tersedia dan dana mulai terkumpul, warga sekitar kemudian bermusyawarah, menentukan nama dari masjid yang bakal menjadi kebanggaan warga Kalbar, khususnya Kayong Utara. Setelah didiskusikan, muncul nama Oesman menjadi nama masjid seluas 50×50 meter tersebut.

Bupati Hildi mengaku masjid ini menjadi kebanggaan warga Kayong Utara. Terlebih, rumah ibadah ini diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi. Ia berharap agar pembangunan masjid itu dapat berpengaruh pada peningkatan kualitas manusia di daerahnya. “Saya juga berharap, dengan adanya masjid ini, menjadi tujuan wisata religi di Kalimantan Barat,” harap Hildi. (jpnn/slm)