Tunggak PJU Aceh Timur Terbesar di Sumatera, Capai Rp15.6 Miliar

RAKYAT ACEH/IST
PETUGAS PLN lakukan pemutusan lampu jalan

LANGSA (RA) —Terhitung sejak Juli 2015 sampai Oktober 2016, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengalami tunggakan listrik Penerangan Jalan (PJ) sebesar Rp15.680.446.770.

Akibatnya, PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Langsa yang menaungi wilayah Aceh Timur, terpaksa melakukan pemutusan jaringan listrik lampu penerangan jalan raya sepanjang jalan Negara Medan – Banda Aceh dalam kawasan Aceh Timur, Minggu (16/10).

Manager PLN Area Langsa Heru Rianto melalui Asisten Manager Pelayanan, Roesdi kepada Rakyat Aceh via telepon selularnya mengatakan, terkait tunggakan rekening tersebut pihaknya sudah melakukan berbagai upaya persuasif dengan Pemerintah Aceh Timur.

“Kita sudah memberitahukan perihal tunggakan rekening listrik Penerangan Jalan ini kepada Pemda Aceh Timur secara berulang kali, melalui surat dan koordinasi dengan Dinas Kebersihan selaku penanggungjawab dari penggunaan lampu penerangan jalan ini. Tapi sampai sekarang beluma da respon sama sekali, hingga tagihan sudah mencapai Rp. 15.6 Milyar lebih,” sebut Roesdi.

Dijelaskannya, atas sikap Pemerintah Aceh Timur yang tidak merespon tunggakan rekening Penerangan Jalan hingga mencapai Rp15.6 miliar ini, maka pihaknya terpaksa melakukan tindakan lapangan berupa pemutusan jaringan listrik lampu jalan di sepanjang jalan Medan – Banda Aceh dalam kawasan Kabupaten Aceh Timur.

Menurut Roesdi, sebenarnya tidak ada alasan Pemerintah Aceh Timur mengalami tunggakan pembayaran rekening listrik Penerangan Jalan kepada PLN hingga milyaran rupiah.

Pasalnya, setiap bulannya PLN telah menyetorkan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang dibebankan kepada masyarakat melalui pembayaran atau pembelian token rekening listrik ke Kas Daerah (Kasda) Pemerintah Aceh Timur.

“Jadi kita berharap kepada Pemerintah Aceh Timur untuk segera melakukan pembayaran tunggakan rekening listrik lampu Penerangan Jalan tersebut.

Supaya masyarakat selaku penanggung dari PPJ ini tidak dirugikan dengan pemutusan lampu jalan, terutama pada malam hari,” sebut Roesdi lagi.

Tambahnya, atas tindakan pemutusan jaringan listrik lampu jalan tersebut di jalan Medan – Banda Aceh, seperti Kecamatan Idi Rayeuk, Peudawa, Nurussalam, Simpang Ulim dan Perlak Kota pada Jumat (14/10) lalu.

PLN Area Langsa meminta maaf kepada seluruh warga yang menggunakan jasa penerangan jalan dimaksud atas pemutusan lampu.

“Karena pemutusan ini juga dilakukan serentak di beberapa kabupaten di Aceh yang mengalami tunggakan rekening PJ, termasuk kantor, dinas pemerintahan,” demikian Roesdi sembari menambahkan, untuk pemutusan jaringan listrik lampu jalan di beberapa Kabupaten/Kota yang mengalami tunggakan rekening pihaknya telah membentuk 26 team gabungan dari Kantor Wilayah Lhokseumawe, Sigli, Akli dan tim Area Langsa.

Sementara itu pantauan Rakyat Aceh, pasca pemutusan jaringan listrik lampu Penerangan Jalan oleh petugas PLN pada Jumat (14/10) lalu, kondisi jalan negara sepanjang Kabupaten Aceh Timur mulai Kecamatan Madat sampai Kecamatan Peureulak Kota, gelap gulita.

Bahkan di beberapa titik jalan negara yang sunyi dan rawan kecelakaan serta jauh dari pemukiman warga terlihat sangat gelap. Sehingga pengendara yang melintasi jalan dimaksud terpaksa harus lebih berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan lalulintas. (dai)