Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 19 Oct 2016 03:32 WIB ·

Ribuan Rumah Terendam


 Ribuan Rumah Terendam Perbesar

Banjir Meluas

Banda Aceh (RA) – Banjir di pesisir barat Aceh semakin parah. Di Aceh Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis dari lima kecamatan yang terendam banjir, kemarin bertambah menjadi sembilan kecamatan.

Kepala BPBD Aceh Barat Saluna Polem, menyatakan debit air kiriman dari hulu ke hilir terus meningkat. Apalagi curah hujan masih tetap tinggi hingga menyebabkan banjir meluas.
Menurutnya, 264 keluarga atau 1.073 jiwa warga Desa Pasie Masjid telah mengungsi di Gedung SKB Kecamatan Johan Pahlawan. Selain itu, warga juga mengungsi di pegunungan Desa Pasi Ara, Kecamatan Woyla Timur.

Ketinggian air untuk mencapai lokasi tersebut telah mencapai semeter. Ia menegaskan, penanganan banjir di sejumlah titik harus menjadi prioritas, diantaranya warga Pasie Masjid. Sebab pemukiman warga berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kreung Meureubo. Di lokasi itu, arus air yang melintas cukup deras dan rawan menganyutkan warga.

Di tengah musibah banjir, Banta Lidan (75) warga Desa Pasie Masjid menghembuskan nafas terakhirnya. Tapi proses pemakaman terhambat lantaran banjir. “Kalau Pak Banta Lidan meninggal karena sakit, tapi proses pemakaman terhambat karena banjir,” sebutnya.

Kepala Dinas Sosial, Ketenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Barat, Ir Shah Triza Putra Utama, menjelaskan penanganan masa panik, sebanyak 31 ton beras, indomie, roti, saus dan kecap telah disalurkan.
Bantuan langsung diserahkan ke kantor kecamatan lokasi banjir. Ia menyebutkan, ada dua kecamatan yang belum tersalurkan akibat ketinggian air menuju lokasi mencapai semeter. Hal sama juga terjadi di Gampong Karang Hampa, di Kecamatan Arongan Lambalek.

“Dikhawatirkan menyebabkan beras bantuan akan basah terkena air. Dua kecamatan yang batal kami salurkan bantuan itu, Kecamatan Woyla Timur dan kecamatan Woyla Barat,” jelasnya.
Ia memastikan penyaluran bantuan akan kembali dilakukan hari ini. ”Bagi masyarakat korban banjir diharapkan jangan panik dengan bencana banjir ini, pemerintah daerah tetap akan menyalurkan bantuan makanan bagi masyarakat korban banjir,” ungkapnya.

*Sebagian Pengungsi Telah Kembali

Di Nagan Raya, Sekretaris Badan Penangulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Nagan Raya, M. Yususf Gadeng menyatakan banjir merendam ribuan rumah di sejumlah gampong di Kecamatan Tripa Makmur, dan Kecamatan Tadu Raya, hingga Selasa (18/10). Curah hujan yang tinggi menyebabkan air sungai Lamie meluap hingga banjir setinggi semeter.

Sementara di Kecamatan Kuala, Kuala Pesisir, dan Kecamatan Seunagan yang sebelumnya terendam banjir sudah surut. Sekitar 20 Kepala Keluarga (KK) atau 60 jiwa warga Nigan yang mengungsi ke dataran tinggi, sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Banjir yang masih terendam rumah warga hanya di Tripa Makmur, dan Tadu Raya, sedangkan di sejumlah kecamatan lainya sudah mulai surut,” kata M. Yususf Gadeng.

Camat Tripa Makmur, Nasruddin melaporkan banjir melanda Gampong Ujong Krueng, Neubok Yee PP, Neubok Yee PK, Lueng Keubeu Jagat, Drien Tujuh, Babah Lueng, dan Gampong Kuala Tripa.
Namun, warga tidak bersedia untuk dibawa ke tempat pengungsian, melainkan tetap bertahan di rumah untuk menjaga harta benda, sebab warga sudah terbiasa dengan banjir seperti itu.

“Banjir hampir di seluruh gampong dalam kecamatan ini yang berkisar ribuan rumah warga yang terendam banjir akibat meluapnya air sungai tersebut, dan sejumlah bantuan pangan sudah disalurkan,” kata Nasruddin.

Sementara sekolah yang diliburkan yakni SD Lueng Keubeu Jagat, SD Babah Lueng, SD Drieng Tujoh, serta SMP 11, dan SMA 3 Darul Makmur. SD Alue Siron, Kecamatan Tadu Raya.
“Sejumlah sekolah di Kecamatan Tripa Makmur terpaksa diliburkan, karena gedung sekolah terendam banjir akibat meluapnya air sungai Lamie,” ujar Nasruddin.
*Salurkan Bantuan Gunakan Perahu

Penyaluran bantuan di di Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya terpaksa menggunakan perahu nelayan. Di kecamatan tersebut ribuan rumah telah terendam.

Camat Krueng Sabee Fajri menjelaskan, desa-desa yang harus disuplai berupa sembako bantuan masa panik di Gampong Ranto Panyang, Buntha dan Desa Panggong. Sejumlah warga juga telah diungsikan ke lokasi yang lebih tinggi, ketinggian air telah mencapai semeter.

Untuk Gampong Curek dan Alue Tho harus menggunakan dump truck, agar dapat melintas ke lokasi. “Kita terus melakukan pendataan kembali total kerugian saat ini belum kita hitung, saat ini kita sedang menyalurkan bantuan masa panik,” kata Fajri.

Banjir di Kecamatan Darul Hikmah mulai surut, hal tersebut disampaikan Camat Darul Hikmah Nuri Asirri. Namun sejumlah sekolah masih diliburkan.

Kepala BPBK Aceh Jaya Ir. Rusman menyatakan banjir telah merendam 41 gampong, dengan korban banjir mencapai 3.233 keluarga atau sekitar 11.036 jiwa. “Ketinggian air rata-rata mencapai 40 hingga 70 centimeter.
Menurut Rusman, bantuan untuk Kecamatan Teunom dan Pasie Raya disalurkan langsung Sekda Aceh Jaya Drs H Teuku Irfan TB pada korban banjir. (den/mag-67/ibr/mai)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Tersangka Penembak Trump dan Satu Pendukung Meninggal Dunia, Dua Lainnya Luka Parah

14 July 2024 - 14:36 WIB

Terus Dukung Program Aceh Carong, PT Solusi Bangun Andalas Serahkan Beasiswa Semen Andalas Tahun 2024 kepada 350 Pelajar

10 July 2024 - 17:25 WIB

Polres Aceh Barat Tegas Memberantas Praktik Judi Online di daerahnya

3 July 2024 - 19:36 WIB

Kemenlu Palestina Sebut Israel Targetkan Komunitas Kristen di Yerusalem

30 June 2024 - 19:32 WIB

38 Bintara Polri di Polresta Banda Aceh Naik Pangkat Setingkat

30 June 2024 - 11:25 WIB

DPMPP-KB Aceh Utara Gelar Dapur Sehat Atasi Stunting

27 June 2024 - 12:21 WIB

Trending di Uncategorized