Komplotan JUM 2 bulan Diintai oleh BNN

Banda Aceh (RA) – Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari menyatakan aksi pemberantasan jaringan narkoba yang menewaskan JUM warga Aceh Tamiang dipersiapkan sejak dua bulan. Hal itu disampaikan pada wartawan saat konfrensi pers di Jalan TB Simatupang, Medan, tepatnya di depan rumah toko (Ruko) Imperium, persis berseberangan dengan Rumahsakit Bina Kasih, seperti dilansir Pos Metro Medan (Rakyat Aceh Grub), Rabu (19/10).

Ia memastikan barang bukti yang berhasil ditemukan berupa 38 kilogram sabu, 100 ribu pil ekstasi dan 50 ribu butir pil happy five. Komplotan itu, menurutnya merupakan jaringan yang sudah lama tidak aktif dan baru beroperasi kembali.

“Untuk tersangka yang tewas berinisial Jum usia 49 tahun asal Aceh Tamiang, kemudian dua yang diamankan Drl usia 33 tahun warga Medan dan Abm usia 51 asal Aceh. JUM sempat dilarikan ke rumahsakit Bhayangkara Polda Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Medan tapi nyawanya tak terselamatkan,” ungkap Arman.
Diceritakan Arman, BNN sudah mengejar para tersangka sejak Selasa sore tepatnya pukul 14.00 WIB di perbatasan Aceh-Sumut. Pengejaran pun terus berlanjut hingga akhirnya pukul 19.00 WIB di Jalan TB Simatupang BNN menyergap ketiganya.

Saat penggerebekan, tersangka yang tewas, Jum, sempat akan melarikan diri menurut Arman. Saat itulah petugas yang tak ingin buruannya kabur terpaksa melepaskan tembakan. Dua letusan dialamatkan kepada Jum, satu mengenai punggung hingga menembus perutnya.

Selain narkoba, BNN juga mengamankan sejumlah barangbukti berupa uang senilai Rp12 juta, alat komunikasi dan mobil yang digunakan para tersangka. “Kedua tersangka rencananya akan kita bawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebihlanjut,” sebutnya.

Menurut Arman, narkoba yang dibawa tersangka berasal dari Malaysia yang masuk dari pelabuhan tikus di kawasan Aceh Tamiang. “Ini narkoba kualitas terbaik. Rencana mereka akan membawanya ke Kepulauan Riau untuk selanjutnya diedarkan di Jakarta dan sejumlah kota di Pulau Jawa,” tutur Arman, seperti di.
Kepada wartawan Irjen Arman Depari mengimbau agar masyarakat juga proaktif dalam pemberantasan narkoba.

“Laporkan setiap informasi yang ada, karena tanpa masyarakat dan pihak-pihak lain pemberantasan narkoba tidak akan pernah tuntas. Keberhasil ini juga salahsatunya atas kerjasama BNN dengan pihak Bea Cukai. Masyarakat jangan takut untuk memberikan informasi kita siap untuk memberantas narkoba, tolong bantuannya” tegas perwira tinggi Polri kelahiran Kota Berastagi 54 tahun silam.
Kedua tersangka yang masih hidup terancam Pasal 112,114 dan 123 UU Narkotika dengan ancaman hukuman mati. Keduanya juga bakal dikenakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) UU No 8 Tahun 2010.

*BNNP Sumut Cuma Sibuk Tes Urine

Menyikapi keberhasilan BNN pusat membongkar sejumlah jaringan peredaran narkoba kelas kakap, Direktur Eksekutif Indonesian Police Watch, Salum, membandingkannya dengan kinerja BNNP Sumut.
Lembaganya menurut Salum konsen mengawasi kinerja BNNP Sumut. Dia mengatakan BNNP Sumut cuma sibuk mengurusi tes urine pemakai narkoba.

“Jadi kita lihat BNNP Sumut lemah mendeteksi peredaran narkoba di Sumut. Menurutnya BNNP Sumut cuma sibuk melakukan razia kepada pengguna narkoba, melakukan tes urine untuk nantinya dilakukan rehab. Padahal harusnya BNNP Sumut menyasar kepada bandarnya bukan penggunanya, ini yang agak janggal saya rasa,” kata Salum kepada Sumut Pos, Rabu (19/10)

BNN kata Salum, dibentuk untuk memberantas narkoba bukan sibuk mengurusi pemakainya. “Jadi BNNP Sumut terlena dengan pemakai, asik mengurusi rehab saja. Saya lihat belum ada pengungkapan besar yang berhasil dilakukan BNNP Sumut. Sepertinya BNN Pusat lebih mampu mendeteksi peredaran narkoba di Sumut,” tuturnya.

Bahkan menurut investigasi yang dilakukan IPW, kata Salum, bagi mereka yang dites urine untuk kemudian dilakukan rehab cuma akal-akalan untuk mencari pundi-pundi uang.
“Berdasarkan laporan yang saya dapat bagi mereka yang tidak mau rehab, ada sejumlah uang yang diberikan kepada petugas BBNP Sumut, itu jelas. Jadi paling yang direhab usai dites urine nya Cuma beberapa orang saja. Jadi saya berharap BNNP Sumut benar-benar lah mengerjakan tugasnya,” ungkap Salum. (mai)