Pilkada Langsa Terancam Gagal

LANGSA (RA) – Akibat minimnya ketersediaan dana yang dianggarkan, Pilkada di Langsa terancam gagal. Ketua KIP Langsa, Agusni AH menyatakan pihaknya sejak awal telah mengusulkan kebutuhan anggaran sebesar Rp14,6 miliar.

Usulan anggaran itu, sebelumnya juga telah disetujui Pemko Langsa. Agusni memastikan, tanpa anggaran yang mencukupi Pilkada tidak bisa dilanjutkan.

“Pemko sudah bersedia membuat MoU dengan KIP sebesar Rp14,6 miliar yang dikucurkan dalam tiga tahap yaitu APBK tahun 2016 sebesar Rp6 miliar, APBK Perubahan Rp6 miliar dan APBK 2017 Rp2,6 miliar,” ujar Agusni, Rabu (26/7).

Namun ironisnya, untuk APBK Perubahan 2016 hanya dialokasi Rp1.5 miliar. Dana sebesar itu membuat KIP Langsa tidak bisa berbuat apa-apa.

Menurut Agusni, November dan Desember kebutuhan KIP sangat besar seperti pengadaan kertas suara, gaji penyelenggara dan alat peraga.

“Jika kami hanya diberikan Rp1,5 miliar dalam APBK Perubahan, tahapan tidak bisa kita teruskan karena tidak memiliki anggaran,” tegas Agusni.

Ditambahkanya, anggaran Pilkada wajib tersedia hukumnya. Pemerintah pusat sudah memerintahkan pemerintah daerah untuk mengalokasikan dana sesuai kebutuhan.

“Sangat kita sayangkan tahapan sudah berjalan seperti ini harus kita hentikan. Dan jika benar terhenti, maka semua tahapan harus dimulai dari awal kembali,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) Langsa, Amri Alwi, membenarkan dana untuk KIP dalam APBK Perubahan tahun ini sebesar Rp1,5 miliar. Kekurangan dana disebabkan anggaran teralihkan untuk dana sharing dana gampong sebesar Rp23 miliar. (ris/mai)