Sabu Malaysia Dimusnahkan

Dua Pelaku Berhasil Ditangkap

BANDA ACEH (RA) – Polresta Banda Aceh musnahkan narkoba jenis sabu seberat 5,25 kilogram asal Malaysia. Pemusnahakan dilakukan di Mapolres, Kamis (28/10).
Lazimnya pemusnahan sabu, petugas mencairkan serbuk dengan mesin blender, lalu dibuang. Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin, memimpin langsung proses pemusnahan tersebut.

Menurut Saladin, sabu itu didapatkan dari tersangka Abdurahman dan Fajri. Abdurahman diamankan di Bandara Sultan Iskandar Muda, Senin (3/10/). Sementara Fajri diamankan di Bireuen. Keduanya merupakan sindikat pengedar sabu-sabu antar kota, jaringan narkotika dari negeri Malaysia.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 112 ayat (2),114, ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat lima tahun.

“Barang bukti jenis sabu ini sebanyak 5,25 kilogram yang telah dimasukan ke dalam enam bungkus plastik, lalu kita lakukan pemusnahan, supaya tidak disalah gunakan oleh siapapun,” kata T Saladin.

Saladin menjelaskan, hasil pengembangan dari kedua tersangka terungkap sabu didapat dari Batam. Tersangka pengedarnya masih buron polisi.
“Kasus ini masih dalam pengembangan, karena sesuai dengan hasil pengembangan pihak kita mereka gunakan jaringan Batam dan barang bukti ini mereka dapatkan dari Malaysia,”sebutnya.

Ia mengakui sedikit kesulitan melakukan pengembangan kasus, perkaranya, tersangka menggunakan sistem jaringan terputus. Sesama tersangka tidak saling kenal.
“Inilah yang menjadi hambatan kita dalam kembangkan kasus ini, karena para tersangka gunakan jaringan terputus dan kalau diketahui pengguna ditangkap, lalu bos besarnya langsung menghindar,”jelasnya.

Saladin instruksikan personelnya agar bergerak lebih cepat bila ada tersangka yang ditangkap, langsung melakukan pengembangan, tanpa harus membawa tersangka ke Mapolresta terlebih dahulu.

“Kita gunakan sistim cepat, bila kedapatan yang satu langsung kita buru yang lainnya, supaya tidak kabur,” sebutnya.

Ia juga meminta semua pihak agar membantu polisi memerangi narkoba. Bila ada informasi, warga diminta segera hubungi polisi terdekat.

“Makanya bagi masyarakat dimanapun berada, langsung hubungi polisi, kalau mengetahui ada jaringan narkotika di Aceh,” harapnya.

Dalam Pemusnahan ini, turut hadir Dandim 0101 BS, Kolonel (Inf) Mahesa Fitriadi, Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh Husni Thamrin dan sejumlah pejabat dijajaran Pemerintah Kota Banda Aceh. (ibi/mai)