CARI NELAYAN HILANG: Tim SAR, BPBD, TNI AL dan Pol Air, masih melakukan pencarian nelayan yang hilang di Simeulue, Jumat (4/11). AHMADI/RAKYAT ACEH

Harianrakyataceh.com – Hujan deras dan angin kencang di wilayah perairan laut Simeulue, menghantam perahu bagan hingga pecah. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat (4/11).
Seluruh nelayan tercebur ke laut, akibatnya, lima nelayan hilang dan empat telah ditemukan selamat. Informasi diperoleh Rakyat Aceh, korban hilang warga Desa Suka Maju, Kecamatan Simeulue Timur. Sementara korban selamat, warga Desa Suka Karya dan Desa Suka Maju..
Pemilik perahu, Zulkirman (58), warga Desa Suka Karya, menyebutkan bagan ikan tersebut diterjang badai kencang.
“Semalam kejadiannya, badainya sangat kencang, yang menerjang bagan kita, langsung pecah. Sehingga ABK kita dan nelayan yang sandar dan menumpang di bagan, ada yang selamat dan ada yang hilang,” katanya.
Ia menambahkan bagan ikan dan ABK-nya telah 15 hari beroperasi menangkap ikan di sekitar perairan laut pulau Simanaha, atau sekitar 15 mil laut dari Teluk Sinabang, Kecamatan Simeulue Timur.
“Sudah 15 hari bagan ikan kita beroperasi cari ikan di laut, bersama dengan bagan ikan milik nelayan lain, namun yang hilang dan selamat itu, sebahagian ABK kita dan sebahagian lagi, nelayan yang menumpang di bagan kita, untuk menghindari amukan badai,” imbuhnya.
Upaya pencarian korban di lokasi kejadian dan sekitarnya serta pesisir pantai melibatkan SAR, BPBD, TNI AL, Pol Air dan masyarakat. Hal tersebut dijelaskan Ardiansyah, Dantim Pencarian SAR Simeulue, Jumat (4/11).
“Setelah kita terima laporan, bahwa ada lima nelayan yang hilang semalam, maka sejak tadi pagi telah dilakukan pencarian di laut dan penyisiran di pantai”, katanya.
Namun tim penyelamat kesulitan mencari korban, pasalnya, ketinggian gelombang mencapai tiga hingga empat meter, disertai angin kencang, hujan dan hingga kemarin sore, belum ada tanda-tanda korban ditemukan.
“Hingga saat ini belum ada tanda-tanda kelima nelayan itu ditemukan, mudah-mudahan cuaca bisa bersahabat sehingga tidak mengganggu proses pencarian,” imbuhnya didampingi Asdrmasnyah, Ketua Satgas SAR Simeulue.
Upaya pencarian ke lima nelayan itu, mengerahkan lebih dari 50 orang dengan mengerahkan empat kapal boat milik nelayan dan tiga raber boat milik BPBD dan SAR Kabupaten Simeulue setempat.
“Potensi SDA untuk membantu pencarian di laut sudah kita kerahkan, lebih dari 50 orang, empat kapal boat dan tiga raber boat serta belasan perahu nelayan lainnya,” kata Kepala BPBD Simeulue, Ikhsan Mikaris.
Tim pencari yang turun ke laut, tidak menemukan bekas pecahan bagan, diduga telah terbenam dan dibawa arus serta angin kencang. “Tidak ada lagi bekas apapun, di lokasi yang diduga tempat karamnya bagan itu, mungkin sudah terbenam dan dibawa arus dan angin kencang,” kata Dimas, tim pencari.
Pencarian dilakukan di perairan laut pulau Siumat, perairan laut Kecamatan Simeulue Timur, hingga perairan laut Kecamatan Teupah Selatan, dengan radius mencapai 40 mil laut dari titik lokasi kejadian.
“Kita telah siagakan KAL kita, yang sewaktu-waktu bila dibutuhkan untuk pencarian 5 nelayan yang hilang itu,” kata Danlanal Simeulue, Letkol Laut (P) Agus Purwanto. (ahi/mai)