Banjir, Fasilitas PLN Ikut Terendam

RAKYAT ACEH/IST BANJIR : Petugas PLN Area Meulaboh bersihkan ruang mesin dan cubicle 20 KV di PLTD Lamno yang terendam banjir pasca hujan lebat melanda sejumlah wilayah di kawasan barat selatan Aceh, Selasa (8/11).

BANDA ACEH (RA) – Banjir akibat tingginya curah hujan melanda tiga kabupaten di barat selatan Aceh mengakibatkan sejumlah fasilitas listrik milik PLN ikut terendam. Seperti ruang mesin dan cubicle 20 KV PLTD Lamno, Aceh Jaya.

Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN (Persero) Wilayah Aceh T Bahrul Halid menyampaikan, petugas PLN dari Area Meulaboh sejak kemarin sudah bekerja keras untuk mengamankan jaringan kabel listrik, ruang mesin dan cubicle 20 KV di PLTD Lamno yang terendam banjir pasca hujan lebat melanda sejumlah wilayah di kawasan barat selatan Aceh, seperti Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Kabupaten Nagan Raya.

“Sejumlah fasilitas PLN ikut terkena dampak banjir,” ujar T Bahrul Halid, Selasa (8/11).
T Bahrul mengatakan, hujan deras melanda sejak Senin, 7 November 2016 menyebabkan ruang mesin dan cubicle 20 KV di PLTD Lamno terendam banjir, tinggi air setumit kaki orang dewasa.

Sedangkan di daerah Teunom, Aceh Jaya, kabel di lokasi GH juga ikut terendam. “Kondisi ini (banjir) mengakibatkan pasokan listrik kepada ribuan pelanggan menjadi tergangu,” terangnya.

Bahrul menyebutkan, total pelanggan mengalami pemadaman listrik di Area Meulaboh mencapai 13.270 pelanggan. Dengan rincian, Rayon Teunom 3.770 pelanggan, terdiri dari Desa Kuala Bhee 85 pelanggan, Desa Ie Itam 2.700 pelangan, Lhok Guci 350 pelanggan, dan Arongan, 720 pelangan.

Sementara di Rayon Meulaboh, Aceh Barat, pelanggan mengalami pemadaman berjumlah 1.500, Rayon Calang 8.000 pelanggan. “Jadi total pemadaman Area Meulaboh 13.270 pelanggan,” sebutnya.

Bahrul melanjutkan, sejauh ini petugas di lapangan masih terus bekerja melakukan normalisasi dan pembersihan terhadap ruang mesin dan cubicle 20 KV PLTD Lamno dan melakukan penyedotan air dalam parit kabel lokasi GH, Teunom. “ Kalau kondisi banjir surut, maka pasokan listrik kepada pelanggan akan kembali normal seperti semula.

Selain itu, Bahrul juga memberitahukan kepada masyarakat bahwa PLN melakukan antisipasi untuk mengamankan listrik di musim hujan, seperti akan melakukan pemadaman bila gardu distribusi dan rumah pelanggan terencam air, akibat banjir.

Untuk mengantisipasi bahaya listrik saat banjir, pelanggan dianjurkan mematikan instalasi listrik di dalam rumah, cabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak. Naikkan alat elektronik ke tempat lebih tinggi.

“Bila aliran listrik yang terkena banjir tidak padam, segera hubungi contact center PLN 123 dan hubungi instansi terkait penanggulangan bahaya banjir,” pinta Bahrul.

Setelah banjir surut, pastikan semua peralatan elektronil maupun instalasi dalam keadaan kering, penormalan listrik dapat dilakukan setelah instalasi dipastikan kering. (ril)