Banjir Telan Korban

KORBAN BANJIR: Jenazah Korban Banjir M. Yunus dikebumikan di Desa Tanong Manyang, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, Rabu (9/11). HENDRA SAYENG/RAKYAT ACEH

Banda Aceh (RA) – Bencana banjir di Aceh Jaya akhirnya menelan korban jiwa. Muhammad Yusuf (54), korban yang terseret arus di Desa Tanoh Manyang, Kecamatan Teunom, ditemukan meninggal.
Kepala BPBK Aceh Jaya Rusman, menyebutkan pencarian sempat dilakukan warga bersama TNI, Polri, para relawan serta Basarnas. Ia hilang dua hari lalu, terseret arus saat melintas jalan di desanya. “Arus deras banjir menyeret korban hingga tidak bisa menyelamatkan diri,” sebutnya.
Selain Muhammad Yusuf, empat pencari kayu alim juga turut terseret arus di Krueng Masen, Kecamatan Darul Hikmah. Para korban Henki (25), Marno, Kardi dan Deri.
Pada Rakyat Aceh Hengki bercerita, saat itu, mereka tepat di tengah-tengah sungai hendak menyeberang untuk mencari tempat berteduh dari hujan.
“Namun tiba-tiba air semakin tinggi, kekuatan air semakin kencang langsung berlari untuk memanjat pohon. Kita bertahan di pohon tersebut selama beberapa jam,” kisahnya. “Namun air banjir tersebut kembali meluap mengakibatkan pohon tersebut tumbang.”
Arus yang kencang, membuat para korban terjatuh ke air. Lantas berjuang, berpegangan di dahan-dahan pohon rambung. “Sempat kelelep dalam air beberapa saat, setelah air sedikit tenang saya melihat pak Marno menghilang,” jelasnya.
Marno (40) merupakan warga Kuala Simpang. Sementara Hengki dan Deri berasal dari Desa Aur Kuning, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sementara Kardi (37), warga Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Kuala Simpang, Aceh Tamiang.
Hingga kemarin, Kardi menjalani perawatan di Puskemas akibat patah tulang rusuk kiri. Hengki menyebutkan, ia bersama rekan-rekannya, telah melakukan pencarian kayu alim selama setahun di wilayah pengunungan Kabupaten Aceh Jaya.
“Saat kejadian tersebut, kami baru 18 hari memasuki hutan Masen, Kecamatan Darul Hikmah,” kata Hengki.
Camat Darul Hikmah Nuri Asirri, menyatakan pihaknya terus melakukan pencarian korban hilang di Krueng Masen. Pencarian korban melibatkan TNI, Polri, Tagana, relawan dan Satgas SAR turut dibantu masyarakat. “Korban yang mengalami pata tulang rusuk telah kita larikan ke Puskesmas,” kata Nuri