Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 11 Nov 2016 23:34 WIB ·

Bandara SIM Wakili Indonesia


 Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh besar
ISHAK MUTIARA/RAKYAT ACEH/DOK Perbesar

Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh besar ISHAK MUTIARA/RAKYAT ACEH/DOK

BANDA ACEH (RA) – Jika tahun lalu Indonesia meraup tiga nomor sekaligus di World Halal Tourism Award 2015, maka tahun ini targetnya dinaikkan. Nominasinya lebih banyak, persiapannya lebih baik, dan spirit berkompetisinya lebih terasa di masyarakat. Ada kategori international airport yang juga diperlombakan di persaingan dunia untuk destinasi halal itu, dan Indonesia diwakili Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.
Hingga putaran ke-2, lima besarnya masih peringkat ke-1. Memang, jika dibandingkan dengan empat bandara internasional yang masuk nominasi itu, secara fisik mungkin tertinggal. Tetapi kelemahan di fisik, bisa dikompensasi oleh kelebihan dari sisi yang lain.
“Faktor yang dilihat itu banyak. Yang pasti, bandara ini memenangkan Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik di Kompetisi Pariwisata Halal Nasional Indonesia. Itulah mengapa kami endorse untuk maju ke level dunia,” ungkap Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata, di Jakarta.
Apakah label terbaik tingkat nasional cukup untuk bersaing di tingkat dunia? Bisa mengalahkan pamor nama-nama besar seperti Abu Dhabi Internasional Airport (Dubai UEA), Ataturk Internasional Airport (Turki), Cairo Internasional Airport (Mesir), King Abdul Azeez Internasional Airport (Jeddah, Arab Saudi), Kuala Lumpur Internasional Airport (Malaysia).
“Tidak mudah memang, itulah tantangan kita. Kalau semua bersatu vote 12 wakil Indonesia di World Halal Tourism 2016 semua pasti bisa kita kalahkan,” ungkap Sofyan.
Survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengungkap bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia yang berjumlah 256,2 juta orang itu, kini sudah terhubung akses internet. Artinya, di 2016 saja, ada 132,7 juta orang yang melek internet dan rata-rata memiliki email.
Dan saat ini Indonesia ada di posisi enam besar dunia sebagai negara pengguna internet terbanyak dunia. Di atas Indonesia, secara berurutan diduduki Tiongkok, Amerika Serikat, India, Brazil, dan Jepang. Kelimanya tidak terlalu concern dengan Wisata Halal.
Secara kasat mata saja, Indonesia seharusnya bisa dengan mudah mengalahkan UEA, Turki, Mesir, Arab Saudi, Malaysia, Singapore, serta Thailand. “Jika bersatu. Tapi kalau tercerai berai dan tidak solid, maka kemenangan itu hanya mimpi saja,” ungkap Riyanto Sofyan lagi.
Khusus untuk World’s Best Airport for Halal Travellers, Sofyan menilai Sultan Islandar Muda International Airport sudah sangat layak berkibar di level wisata halal dunia. Di sana, ada suguhan pemandangan halal secara keseluruhan. Wanita dengan rambut terburai akan sulit ditemukan di sana. Makanan halalnya pun bisa dengan mudah dicari. “Malahan makanan tidak halal tidak tersedia,” ungkap Sofyan, yang semua hal itu menjadi bahan pertimbangan.
Yang mau ibadah? Pengunjung bisa dengan mudah mendapatkan musalla. Arsitekturnya pun dirancang sangat islami. Bentuk kubahnya seperti masjid. Unsur estetika dalam arsitekturnya merupakan perpaduan antara arsitektur Islam, modern dan nilai lokal di bagian interior.
“Bandara ini terdiri dari tiga kubah yang sangat besar. Tiga kubah ini melambangkan tiga keistimewaan Aceh yaitu agama, budaya dan pendidikan. Karena bentuknya yang memiliki kubah, banyak yang mengira bandara Sultan Iskandar Muda adalah masjid. Ada juga yang mengatakan saat landing merasakan sensasi seperti di Timur Tengah. Silahkan datang ke Aceh kalau tak percaya,” pungkas Sofyan.
Saat ini, Bandara Sultan Iskandar Muda melayani rute domestik dan internasional. Untuk rute domestik, penerbangan dilayani dua maskapai yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air.
Sementara untuk rute Internasional, maskapai yang tersedia di Bandara Sultan Iskandar Muda antara lain Air Asia, Firefly, Garuda Indonesia dan Mid East Jet. Mid East Jet dan Garuda Indonesia melayani penerbangan ke Jeddah, Arab Saudi. Air Asia melayani penerbangan ke Kuala Lumpur. Sementara Firefly melayani penerbangan ke Penang, Malaysia.
Aktivitas para relawan netizen di Aceh juga sangat agresif dan solid. Itu adalah modal yang sangat kuat untuk men-drive Aceh menjadi semakin kuat dan menjadi juara dunia. “Kami terus bersemangat!” kata Reza Pahlevi, Kadisbudpar Aceh yang dibenarkan Ramdhani Sulaiman dan kawan-kawan.
Mereka setiap hari menggelar online dan offline event yang tidak pernah berhenti dengan audience yang terus berbeda-beda. Ketua Tim Pemenangan WHAT 2016, Don Kardono dan Vita Datau Messakh meminta semua pihak untuk membantu nge-vote, dengan hastag untuk #MenangkanIndonesia di #WHTA2016. Masih ada waktu hingga 24 November 2016.
“Caranya, klik voteindonesia.com. Lalu registrasi, isi biodata di form (nama, email, bidang industri) dan kemudian klik LIST nominator di masing-masing kategori dan pilih nominator dari Indonesia di masing-masing kategori. Ini dia nominator Indonesia. “Lalu klik SUBMIT. Dan bila voting sudah lengkap terkirim akan mendapatkan notifikasi dari web respons langsung dan email,” ujar Don Kardono. (rel/mai)BANDA ACEH (RA) – Jika tahun lalu Indonesia meraup tiga nomor sekaligus di World Halal Tourism Award 2015, maka tahun ini targetnya dinaikkan. Nominasinya lebih banyak, persiapannya lebih baik, dan spirit berkompetisinya lebih terasa di masyarakat. Ada kategori international airport yang juga diperlombakan di persaingan dunia untuk destinasi halal itu, dan Indonesia diwakili Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.
Hingga putaran ke-2, lima besarnya masih peringkat ke-1. Memang, jika dibandingkan dengan empat bandara internasional yang masuk nominasi itu, secara fisik mungkin tertinggal. Tetapi kelemahan di fisik, bisa dikompensasi oleh kelebihan dari sisi yang lain.
“Faktor yang dilihat itu banyak. Yang pasti, bandara ini memenangkan Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik di Kompetisi Pariwisata Halal Nasional Indonesia. Itulah mengapa kami endorse untuk maju ke level dunia,” ungkap Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata, di Jakarta.
Apakah label terbaik tingkat nasional cukup untuk bersaing di tingkat dunia? Bisa mengalahkan pamor nama-nama besar seperti Abu Dhabi Internasional Airport (Dubai UEA), Ataturk Internasional Airport (Turki), Cairo Internasional Airport (Mesir), King Abdul Azeez Internasional Airport (Jeddah, Arab Saudi), Kuala Lumpur Internasional Airport (Malaysia).
“Tidak mudah memang, itulah tantangan kita. Kalau semua bersatu vote 12 wakil Indonesia di World Halal Tourism 2016 semua pasti bisa kita kalahkan,” ungkap Sofyan.
Survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengungkap bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia yang berjumlah 256,2 juta orang itu, kini sudah terhubung akses internet. Artinya, di 2016 saja, ada 132,7 juta orang yang melek internet dan rata-rata memiliki email.
Dan saat ini Indonesia ada di posisi enam besar dunia sebagai negara pengguna internet terbanyak dunia. Di atas Indonesia, secara berurutan diduduki Tiongkok, Amerika Serikat, India, Brazil, dan Jepang. Kelimanya tidak terlalu concern dengan Wisata Halal.
Secara kasat mata saja, Indonesia seharusnya bisa dengan mudah mengalahkan UEA, Turki, Mesir, Arab Saudi, Malaysia, Singapore, serta Thailand. “Jika bersatu. Tapi kalau tercerai berai dan tidak solid, maka kemenangan itu hanya mimpi saja,” ungkap Riyanto Sofyan lagi.
Khusus untuk World’s Best Airport for Halal Travellers, Sofyan menilai Sultan Islandar Muda International Airport sudah sangat layak berkibar di level wisata halal dunia. Di sana, ada suguhan pemandangan halal secara keseluruhan. Wanita dengan rambut terburai akan sulit ditemukan di sana. Makanan halalnya pun bisa dengan mudah dicari. “Malahan makanan tidak halal tidak tersedia,” ungkap Sofyan, yang semua hal itu menjadi bahan pertimbangan.
Yang mau ibadah? Pengunjung bisa dengan mudah mendapatkan musalla. Arsitekturnya pun dirancang sangat islami. Bentuk kubahnya seperti masjid. Unsur estetika dalam arsitekturnya merupakan perpaduan antara arsitektur Islam, modern dan nilai lokal di bagian interior.
“Bandara ini terdiri dari tiga kubah yang sangat besar. Tiga kubah ini melambangkan tiga keistimewaan Aceh yaitu agama, budaya dan pendidikan. Karena bentuknya yang memiliki kubah, banyak yang mengira bandara Sultan Iskandar Muda adalah masjid. Ada juga yang mengatakan saat landing merasakan sensasi seperti di Timur Tengah. Silahkan datang ke Aceh kalau tak percaya,” pungkas Sofyan.
Saat ini, Bandara Sultan Iskandar Muda melayani rute domestik dan internasional. Untuk rute domestik, penerbangan dilayani dua maskapai yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air.
Sementara untuk rute Internasional, maskapai yang tersedia di Bandara Sultan Iskandar Muda antara lain Air Asia, Firefly, Garuda Indonesia dan Mid East Jet. Mid East Jet dan Garuda Indonesia melayani penerbangan ke Jeddah, Arab Saudi. Air Asia melayani penerbangan ke Kuala Lumpur. Sementara Firefly melayani penerbangan ke Penang, Malaysia.
Aktivitas para relawan netizen di Aceh juga sangat agresif dan solid. Itu adalah modal yang sangat kuat untuk men-drive Aceh menjadi semakin kuat dan menjadi juara dunia. “Kami terus bersemangat!” kata Reza Pahlevi, Kadisbudpar Aceh yang dibenarkan Ramdhani Sulaiman dan kawan-kawan.
Mereka setiap hari menggelar online dan offline event yang tidak pernah berhenti dengan audience yang terus berbeda-beda. Ketua Tim Pemenangan WHAT 2016, Don Kardono dan Vita Datau Messakh meminta semua pihak untuk membantu nge-vote, dengan hastag untuk #MenangkanIndonesia di #WHTA2016. Masih ada waktu hingga 24 November 2016.
“Caranya, klik voteindonesia.com. Lalu registrasi, isi biodata di form (nama, email, bidang industri) dan kemudian klik LIST nominator di masing-masing kategori dan pilih nominator dari Indonesia di masing-masing kategori. Ini dia nominator Indonesia. “Lalu klik SUBMIT. Dan bila voting sudah lengkap terkirim akan mendapatkan notifikasi dari web respons langsung dan email,” ujar Don Kardono. (rel/mai)BANDA ACEH (RA) – Jika tahun lalu Indonesia meraup tiga nomor sekaligus di World Halal Tourism Award 2015, maka tahun ini targetnya dinaikkan. Nominasinya lebih banyak, persiapannya lebih baik, dan spirit berkompetisinya lebih terasa di masyarakat. Ada kategori international airport yang juga diperlombakan di persaingan dunia untuk destinasi halal itu, dan Indonesia diwakili Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.
Hingga putaran ke-2, lima besarnya masih peringkat ke-1. Memang, jika dibandingkan dengan empat bandara internasional yang masuk nominasi itu, secara fisik mungkin tertinggal. Tetapi kelemahan di fisik, bisa dikompensasi oleh kelebihan dari sisi yang lain.
“Faktor yang dilihat itu banyak. Yang pasti, bandara ini memenangkan Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik di Kompetisi Pariwisata Halal Nasional Indonesia. Itulah mengapa kami endorse untuk maju ke level dunia,” ungkap Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata, di Jakarta.
Apakah label terbaik tingkat nasional cukup untuk bersaing di tingkat dunia? Bisa mengalahkan pamor nama-nama besar seperti Abu Dhabi Internasional Airport (Dubai UEA), Ataturk Internasional Airport (Turki), Cairo Internasional Airport (Mesir), King Abdul Azeez Internasional Airport (Jeddah, Arab Saudi), Kuala Lumpur Internasional Airport (Malaysia).
“Tidak mudah memang, itulah tantangan kita. Kalau semua bersatu vote 12 wakil Indonesia di World Halal Tourism 2016 semua pasti bisa kita kalahkan,” ungkap Sofyan.
Survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengungkap bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia yang berjumlah 256,2 juta orang itu, kini sudah terhubung akses internet. Artinya, di 2016 saja, ada 132,7 juta orang yang melek internet dan rata-rata memiliki email.
Dan saat ini Indonesia ada di posisi enam besar dunia sebagai negara pengguna internet terbanyak dunia. Di atas Indonesia, secara berurutan diduduki Tiongkok, Amerika Serikat, India, Brazil, dan Jepang. Kelimanya tidak terlalu concern dengan Wisata Halal.
Secara kasat mata saja, Indonesia seharusnya bisa dengan mudah mengalahkan UEA, Turki, Mesir, Arab Saudi, Malaysia, Singapore, serta Thailand. “Jika bersatu. Tapi kalau tercerai berai dan tidak solid, maka kemenangan itu hanya mimpi saja,” ungkap Riyanto Sofyan lagi.
Khusus untuk World’s Best Airport for Halal Travellers, Sofyan menilai Sultan Islandar Muda International Airport sudah sangat layak berkibar di level wisata halal dunia. Di sana, ada suguhan pemandangan halal secara keseluruhan. Wanita dengan rambut terburai akan sulit ditemukan di sana. Makanan halalnya pun bisa dengan mudah dicari. “Malahan makanan tidak halal tidak tersedia,” ungkap Sofyan, yang semua hal itu menjadi bahan pertimbangan.
Yang mau ibadah? Pengunjung bisa dengan mudah mendapatkan musalla. Arsitekturnya pun dirancang sangat islami. Bentuk kubahnya seperti masjid. Unsur estetika dalam arsitekturnya merupakan perpaduan antara arsitektur Islam, modern dan nilai lokal di bagian interior.
“Bandara ini terdiri dari tiga kubah yang sangat besar. Tiga kubah ini melambangkan tiga keistimewaan Aceh yaitu agama, budaya dan pendidikan. Karena bentuknya yang memiliki kubah, banyak yang mengira bandara Sultan Iskandar Muda adalah masjid. Ada juga yang mengatakan saat landing merasakan sensasi seperti di Timur Tengah. Silahkan datang ke Aceh kalau tak percaya,” pungkas Sofyan.
Saat ini, Bandara Sultan Iskandar Muda melayani rute domestik dan internasional. Untuk rute domestik, penerbangan dilayani dua maskapai yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air.
Sementara untuk rute Internasional, maskapai yang tersedia di Bandara Sultan Iskandar Muda antara lain Air Asia, Firefly, Garuda Indonesia dan Mid East Jet. Mid East Jet dan Garuda Indonesia melayani penerbangan ke Jeddah, Arab Saudi. Air Asia melayani penerbangan ke Kuala Lumpur. Sementara Firefly melayani penerbangan ke Penang, Malaysia.
Aktivitas para relawan netizen di Aceh juga sangat agresif dan solid. Itu adalah modal yang sangat kuat untuk men-drive Aceh menjadi semakin kuat dan menjadi juara dunia. “Kami terus bersemangat!” kata Reza Pahlevi, Kadisbudpar Aceh yang dibenarkan Ramdhani Sulaiman dan kawan-kawan.
Mereka setiap hari menggelar online dan offline event yang tidak pernah berhenti dengan audience yang terus berbeda-beda. Ketua Tim Pemenangan WHAT 2016, Don Kardono dan Vita Datau Messakh meminta semua pihak untuk membantu nge-vote, dengan hastag untuk #MenangkanIndonesia di #WHTA2016. Masih ada waktu hingga 24 November 2016.
“Caranya, klik voteindonesia.com. Lalu registrasi, isi biodata di form (nama, email, bidang industri) dan kemudian klik LIST nominator di masing-masing kategori dan pilih nominator dari Indonesia di masing-masing kategori. Ini dia nominator Indonesia. “Lalu klik SUBMIT. Dan bila voting sudah lengkap terkirim akan mendapatkan notifikasi dari web respons langsung dan email,” ujar Don Kardono. (rel/mai)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Empat Putra Terbaik Pidie Mendaftar ke GERINDRA Menjadi Cagub Aceh, Muhammad Nazar Tampil Cermelang dalam Presentasi Visi-Misi

13 June 2024 - 20:06 WIB

Pj Ketua PKK Aceh Belanja Sajian Dapur di Pasar Tani

13 June 2024 - 19:17 WIB

Peringati Milad ke 55, IAIN Lhokseumawe Gelar Rangkaian Kegiatan

12 June 2024 - 10:26 WIB

Pj Bupati Iswanto Dampingi Pj Gubernur Aceh Tinjau Venue PON Paralayang di Sibreh

7 June 2024 - 20:07 WIB

Warga Krueng Raya Nikmati Pasar Khusus Jelang Idul Adha, 400 Kupon Laris Manis

6 June 2024 - 19:22 WIB

29 May 2024 - 20:10 WIB

Trending di Uncategorized