Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NASIONAL · 13 Nov 2016 11:05 WIB ·

Nasionalisme Kalahkan Rasionalitas


 Nasionalisme Kalahkan Rasionalitas Perbesar

’’Kok bisa ya Donald Trump menang?’’ Itulah umumnya komentar orang. Di Timur dan di Barat. Selebihnya, orang kehabisan kata-kata.

Ternyata debat calon presiden tidak berpengaruh pada perubahan perilaku pemilih. Dalam tiga kali debat, Hillary Clinton menang telak. Ditambah satu kemenangan telak lagi dalam debat tidak resmi di tengah masyarakat Katolik New York.

Ternyata jajak pendapat meleset semua. Sampai tiga hari sebelum pilpres, semua jajak pendapat masih mengunggulkan Hillary.

Tahun ini jajak pendapat ilmiah di negara Barat dua kali kena pukulan telak. Waktu Brexit dan pilpres di AS ini. Ternyata nasionalisme mengalahkan rasionalitas. Isu nasionalisme yang diusung Trump terbukti menghunjam sampai ke dalam jantung masyarakat Amerika. Itulah pula yang membuat Inggris meninggalkan Eropa, Rodrigo Roa Duterte menang di Filipina, dan kini Trump menang di Amerika.

Ternyata kebosanan terhadap yang biasa-biasa saja membuat Hillary mati angin. Ternyata kebencian terhadap politisi sudah sampai di sumsum. Ternyata emosi berhasil menyisihkan rasio. Perasaan mengalahkan pikiran.

Ternyata kita belum bisa melihat wanita jadi presiden Amerika. Kuatnya penolakan gereja untuk dipimpin wanita ternyata memperoleh gambarannya yang jelas di negeri kampion demokrasi seperti Amerika.

Saya teringat dialog saya dengan seorang kulit putih di pedalaman AS tiga bulan lalu. ’’Kalau Hillary nanti tidak berhasil terpilih, itu karena dia seorang wanita,’’ katanya.

Kini Trump menang mutlak: popular vote dan electoral vote. Lebih mutlak lagi, kini eksekutif dan legislatif dari partai yang sama. Mestinya tembok besar antara Meksiko-Amerika segera dibangun.

Kita, terutama yang bukan Islam, bisa segera rekreasi ke sana. Setelah 100 hari Trump jadi presiden, seperti yang dijanjikannya.***

 

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Mopen tabrak truk muatan kayu di Pidie, warga Aceh Barat meninggal dunia

13 June 2024 - 15:00 WIB

Cetak Rekor! Timnas Indonesia Jadi Satu-satunya Wakil ASEAN Melaju ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

12 June 2024 - 14:49 WIB

KPK Tegaskan Penyitaan HP Sekjen PDIP Hasto  Merupakan Kewenangan Penyidik

11 June 2024 - 14:39 WIB

Habiskan Gaji untuk Judi Online, Briptu Fadhilatun Nikmah Borgol Suami Lalu Dibakar

10 June 2024 - 15:32 WIB

Kemala Run 2024: Seorang Polwan Polda Aceh Raih Juara III Kategori 10 Km

9 June 2024 - 21:09 WIB

Demo Aksi Bela Palestina, Din Syamsudin: Kita Kehabisan Kata-kata atas Kezaliman Israel

9 June 2024 - 19:58 WIB

Trending di NASIONAL