Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

REDAKSI · 14 Nov 2016 08:24 WIB ·

Jilbabkan Pahlawan Aceh


 MENGENANG PEJUANG: Rangkaian acara mengenang perjuangan tujuh Jenderal wanita kerajaan Aceh Darussalam di Rumah Cut Nyak Dhien, Lampisang, Aceh Besar,  Sabtu (12/11).
Al-AMIN/RAKYAT ACEH Perbesar

MENGENANG PEJUANG: Rangkaian acara mengenang perjuangan tujuh Jenderal wanita kerajaan Aceh Darussalam di Rumah Cut Nyak Dhien, Lampisang, Aceh Besar, Sabtu (12/11). Al-AMIN/RAKYAT ACEH

 

PERLU pelurusan sejarah terhadap para pahlawan perempuan dari Aceh. Selama ini, ditampilkan jauh dari akarnya, Islam. Para Inong Aceh yang rela syahid demi agama dan kemerdekaan bangsanya digambarkan tak sepantasnya.

Al Amin Zakir – Banda Aceh

“Kita segera melakukan gerakan untuk semua pahlawan wanita Aceh ditampilkan secara Islami. Jangan pernah lagi gambar Cut Nyak Dhien dan para syuhada perempuan kita ditampilkan tanpa hijab, sebagaimana keyakinan mereka,” tandas Tuanku Warul Walidin.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara ‘Mengenang Perjuangan Tujuh Jenderal Wanita Kerajaan Aceh Darussalam.’ Kegiatan itu digelar di Rumah Cut Nyak Dhien di Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Sabtu (10/11).

Pria yang mempunyai silsilah keturunan dari Sultan terakhir kerajaan Aceh Darussalam ini menyampaikan, semua gambaran pahlawan wanita Aceh selama ini ditampilkan tidak sesuai dengan syariat Islam.

“Perempuan Aceh itu identitasnya itu Syari. Berjilbab. Tapi banyak di buku sejarah dan di berbagai media lainnya ditampilkan tanpa hijab. Ini yang harus kita luruskan,’ ujar Tuanku Warul.

Dulunya, ujarnya lagi, beberapa pihak pernah memperjuangkan para pahlawan Aceh ditampilkan sesuai kodratnya, yakni berjilbab. Namun upaya ini kurang mendapat respon yang positif karena tidak ada tindaklanjutnya hingga kini.

“Dulu masa Abdullah Puteh menjabat ini sempat ditanggapi dan beberapa saat. Namun kasus yang dialami beliau, upaya meluruskan sejarah juga hilang begitu saja. Perjuangan untuk mensyarikan kembali pahlawan perempuan Aceh harus kita lanjutkan, dari segala sektor,” ujarnya pria yang juga Ketua Aliansi Lintas Sejarah (ALIS) Aceh.

Keinginan untuk meluruskan sejarah ini juga disampaikan Ustad Amir Hamzah yang merupakan salah satu sejarahwan Aceh. Perjuangan untuk mengjilbabkan seluruh pahlawan wanita Aceh sudah dilakukannya bersama rekan-rekannya sejak belasan tahun lalu.

“Semasa Pak Abdullah Puteh sempat seluruh foto pahlawan Aceh yang tidak berjilbab di kantor kantor pemerintah Aceh diturunkan. Namun begitu beliau turun karena kasus, seluruh foto salah pahlawan wanita Aceh kembali dipampangkan,” tukasnya.
Keinginan untuk jilbabkan pahlawan Aceh menurutnya akan sangat berat diperjuangkan. Hal ini karena pemerintah sekarang berkiblat ke arah sekuler. “Buktinya sekarang ini di buku-buku sejarah, pahlawan wanita Aceh tetap ditampilkan tanpa hijab mereka,” tukasnya sedih.

Kesedihanya ini karena, semua pahlawan perempuan Aceh adalah seorang yang ahli agama Islam. Cut Nyak Dhien kita diketahui telah khatam Al Quran beberapa kali dan sangat paham dengan ilmu Fiqih.

“Jadi sangat tak mungkin seorang ahli agama tak menjalankan perintah agamanya. Dan ini sedihnya ditampilkan dan disahkan oleh pemerintah Indonesia, gambaran sekuler Cut Nyak Dhin tanpa jilbab. Ini jelas sangat merendahkan martabat wanita agung tersebut,” ujarnya lagi.

Walau perjuangan untuk jilbabkan pahlawan wanita Aceh ini akan sulit, menurutnya hal tersebut harus tetap diperjuangkan setiap mereka yang mengaku berdarah Aceh.
Mawardi Usman Ketua Panitia, sebelumnya mengatakan, acara seperti memang rutin digelar Peusaba, konsorsium pecinta sejarah Aceh. (min/mai)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Pimpinan DPRA TRK – Minta BAS Bantu UMKM

19 May 2023 - 12:00 WIB

Diskusi Publik FJL, Persoalan Tambang Ilegal Aceh Meresahkan dan Akut

9 March 2023 - 21:58 WIB

Kasus Penipuan dan Pengelapan, Karowassidik Bareskrim Polri Minta Laporan ke Penyidik Ditreskrimum Polda Aceh

3 June 2022 - 20:27 WIB

Aceh Siap Pertahankan Juara Umum API 2022

20 May 2022 - 16:25 WIB

Keindahan Alam Aceh Berpotensi jadi Surga Destinasi Sport Tourism

20 May 2022 - 16:02 WIB

PT. Rakyat Aceh Online

4 February 2020 - 13:56 WIB

Trending di REDAKSI