KORBAN AMONIAK: Korban amoniak PIM yang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit PT. Arun, Aceh Utara (13/11). PIM menyatakan siap bertanggungjawab atas kejadian paparan amoniak tersebut. ARMIADI/RAKYAT ACEH

KRUENG GEUEKUH (RA)– Peristiwa tumbangnya warga lingkungan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukeuh, Aceh Utara, akibat terhirup amoniak kembali terjadi di tahun ini.

Puluhan warga dari tiga gampong, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit PT PIM dan Rumah Sakit Arun, pada Sabtu sore (12/11), setelah menirup gas amoniak.
Amoniak itu dikeluarkan pabrik produksi amoniak dan pupuk. Tepatnya, pukul 16.04 Wib, warga mencium amoniak satu persatu tumbang setelah pusing, mata perih, sesak napas dan mual-mual, karena baunya sangat menyegat hidung serta tidak bisa bernapas.
“PIM harus bertanggungjawab atas kelalaiannya, karena telah membuat warga lingkungan menjadi korban dengan keluarnya gas amoniak itu,” ucap beberapa warga setempat, kepada Rakyat Aceh, kemarin. Mereka mengatakan, PIM seharusnya profesional dalam bekerja dan jangan masyarakat menjadi korban.
Sementara Camat Dewantara, Aceh Utara, Amir Hamzah, mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak manajemen PIM terkait tumbangnya warga dari tiga gampong. Yakni Gampong Tambon Tunong, Tambon Baroh dan gampong Paloh Gadeng.
“Solusinya harus ada, supaya masyakat tidak menjadi korban lagi. Sampai saat ini masih ada puluhan korban amoniak menjalani perawatan di Rumah Sakit,”jelas Amir Hamzah, kepada Rakyat Aceh, kemarin.
Di lokasi terpisah, Staf Sekper Bidang Antar Lembaga PT PIM Krueng Geukeuh, Aceh Utara, Zulhadi, didampingi staf Humas Nikman, yang dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, PIM siap bertanggungjawab dan membantu pengobatan korban sampai sembuh.
“Sampai saat ini seluruh pasien yang berasal dari masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing. Kecuali 19 orang permintaan keluarga masih ingin mendapatkan perawatan di RS Arun,”ucapnya.
Sebut dia, saat kejadian itu seluruh masyarakat saling membantu dan membawa masyarakat yang terkena paparan gas amoniak ke RS PT Pupuk Iskandar Muda untuk segera diberikan tindakan penyembuhan dan sebagian lagi dirujuk ke RS Arun.)
Katup Pengaman Lepas
Selain itu, Staf Sekper Bidang Antar Lembaga PT PIM Krueng Geukeuh, Aceh Utara, Zulhadi, menjelaskan, kejadian itu bermula karena pada Rabu (9/11), pukul 22.30 WIB, pabrik amoniak dan urea PT PIM melakukan shutdown, karena pasokan gas mengalami gangguan supply. Setelah pasokan gas kembali normal maka pada hari Jumat (11/11), pukul 02.00 Wib, pabrik amoniak dilakukan start kembali.
Kemudian, pada Sabtu (12/11), pukul 12.30 Wib, pabrik amoniak sudah beroperasi dan menghasilkan produk amoniak kembali. Namun, tiba-tiba pada pukul 16.04 WIB terjadi fluktuasi tekanan pada sistem proses sehingga secara desain katup pengaman 61-SV-1220 otomatis terbuka. Akibatnya, menimbulkan terjadinya paparan gas amoniak ke udara hingga kepemukiman penduduk.
Pasca kejadian, kini kondisi pabrik amoniak dan urea PT Pupuk Iskandar Muda, sudah kembali beroperasi secara normal. “PT Pupuk Iskandar Muda, kedepan akan terus melakukan sosialisasi dan latihan mengenai kondisi tanggap darurat keseluruh masyarakat di desa lingkungan PT Pupuk Iskandar Muda,”ucapnya. (arm/msi)