Polda Aceh Simulasi Penanganan Teror Pilkada

Tim jibom Polda Aceh mengamankan bom dalam simulasi pengamanan Pilkada di Lampineng, Banda Aceh. Jumat (18/11). HENDRI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH(RA) – Suara ledakan bom terdengar dua kali di depan Stadion H. Dimurthala, Lampineng, Banda Aceh, disusul suara rentetan tembakan, Jum at (18/11) pagi.

Suara ledakan bom dan rentetan tembakan itu merupakan simulasi pengamanan Pilkada yang digelar Polda Aceh, dalam mempersiapkan diri mengatasi kemungkinan teror pada pelaksanaan Pilkada di Aceh, 2017 nanti.

Dalam simulasi ini, semua kekuatan Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh, terdiri dari ratusan personil pasukan anti huru hara dan tim penjinak bom dilibatkan. Mereka memperagakan adegan pengamanan untuk calon gubernur dan walikota serta wilayah-wilayah yang terjadi acaman.
Selain itu, juga dilakukan adegan pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan unjuk rasa di kantor KIP Aceh.

Direktur Latihan Polda Aceh, Kombes Sugeng Ringat Rikolo mengatakan, latihan ini dilakukan untuk persiapan personil menghadapi Pilkada Aceh, guna mencegah dari berbagai ancaman yang terjadi di Aceh selama Pilkada.

“Dengan simulasi ini, diharapkan prajurit Polda Aceh mampu melakukan pencegahan dalam mengamankan Pilkada 2017,” kata Sugeng.
Disebutkannya, dalam simulasi ini pihaknya melibatkan 650 personil polisi, mulai dari berpakaian preman, hingga yang berpakaian lengkap. “Simulasi dilakukan dalam beberapa adegan, seperti pengamanan calon gubernur dari amukan masa, pengamanan kantor KIP, dan juga penjinakan bom,” katanya.

Dalam adegan yang diperagakan, polisi diuji kemampuannya, baik dari mengamankan para pedemo dengan langkah-langkah yang harus ditempuh, dengan kondisi-kondisi tertentu harus betindak.

“Mudahan kita harapkan tidak terjadi kekacauan, namun untuk kita sebagai pihak diamanahkan untuk mengawasi serta melakukan pengamanan, bila sewaktu terjadi kita sudah siap,”sebutnya. (ibi/ara)