Murray Tutup Tahun Sempurna dengan Juara ATP World Tour Finals

Harianrakyataceh.com – Andy Murray menutup tahun dengan cara elok dan sempurna. Petenis asal Skotlandia ini sukses menjuarai ATP World Tour Finals usai mengalahkan rival terberatnya, Novak Djokovic, di final, Minggu (20/11) malam.

Dalam partai puncak yang digelar di 2 Arena, London, Inggris, Murray mengandaskan perlawanan mantan petenis nomor satu dunia itu dengan skor cukup meyakinkan 6-3 dan 6-4,  setelah bertanding selama satu jam dan 43 menit.

Bagi Murray, kemenenangan ini menjadi akhir sempurna raihan sembilan titel ATP World Tour sepanjang musim ini. Murray yang merebut status petenis nomor satu dunia dari tangan Djokovic usai juara Paris Masters, kini kian nyaman duduk di takhta ranking ATP.

Murray sekaligus menambah daftar koleksi kemenangan atas Djokovic yang masih minim, menjadi 2 kali. Dari total 15 kali perjumpaan, Murray memang sudah mengalami 13 kekalahan dari petenis asal Serbia itu.

“Jelas sekali ini adalah (hari) yang sangat spesial, bahwa saya bermain melawan Novak dalam sebuah pertandingan seperti ini,” kata Murray seperti diberitakan Eurosport.

“Kami telah bermain di berbagai final Grand Slam, Olimpiade, hingga pertandingan-pertandingan seperti ini. Sebuah rivalitas yang tangguh. Mengakhiri tahun dengan menjadi peringkat pertama adalah hal paling spesial yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya,” imbuh Murray.

Bagi petenis berusia 29 tahun itu, tahun 2016 memang teramat sempurna. Selama 11 bulan Murray mampu meraih hal-hal positif. Dimulai dari menjadi juara Wimbledon untuk kedua kali, merebut medali emas keduanya di Olimpiade,  serta menjadi seorang ayah untuk pertama kali.

Mengakhiri tahun dengan cara seperti ini adalah hal terbaik, sungguh!” tegas Murray penuh sukacita.

Semula, Murray diprediksi akan kesulitan meladeni Djokovic di final. Pasalnya, pada partai semifinal melawan Milos Raonic, dia dipaksa bertanding selama 3 jam dan 39 menit, waktu terlama sepanjang sejarah digelarnya turnamen ini.

Namun, di luar dugaan, Murray yang sempat kelelahan seusai mengandaskan Raonic, justru tampak bugar dan bersemangat menghadapi tantangan Nole -sapaan akrab Djokovic-.

“Saya merasa lelah. Saya tak merasa baik pada pagi harinya, kaki pun agak berat melangkah,” ungkapnya.

“Untungnya 7 games pertama, tidak ada reli yang benar-benar panjang, yang bagi kam justru terasa aneh. Itulah mengapa menjadi sulit untuk menutup pertandingan karena saya tahu semakin lama pertandingan berlangsung, saya akan merasa lebih buruk, dan mungkin lebih baik bagi dia,” urainya.

Di sisi lain, Djokovic menyadari dirinya tak memberikan performa terbaik melawan Murray. Bahkan, suatu hal yang langka dia melakukan 30 unforced errors sepanjang pertandingan.

“Saya bermain sangat buruk dan banyak melakukan unforced errors dari posisi backhand. Ini bukan hari saya. Kredit untuk Andy yang memiliki mental tangguh. Dia pantas menang. Meski dia baru menjalani duel panjang kemarin, sehingga orang menilai dia akan kelelahan, tapi ternyata tidak,” tutur Djokovic. (ira/JPG)