Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 22 Nov 2016 07:44 WIB ·

Tim pengacara Dahlan Iskan dalam sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri Surabaya


 UNGKAP: Tim pengacara Dahlan Iskan, dari kanan, J.B. Rahardjo, Pieter Talaway, Indra Priangkasa, dan Imam Syafi'i dalam sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (21/11).  F-GALIH COKRO/JAWA POS Perbesar

UNGKAP: Tim pengacara Dahlan Iskan, dari kanan, J.B. Rahardjo, Pieter Talaway, Indra Priangkasa, dan Imam Syafi'i dalam sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (21/11). F-GALIH COKRO/JAWA POS

SURABAYA – Jaksa mulai kehabisan harapan untuk bisa menyidangkan Dahlan Iskan. Sebab, berkas  penyidikan tidak bisa dijadikan bukti untuk menyidangkan ketika pra peradilan berhasil dimenangkan Dahlan. Meskipun perkara pidana pokoknya sudah dilimpahkan ke pengadilan.

Kepastian tersebut terungkap dalam sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin. Prof Prija Djatmika, ahli pidana dari Universitas Brawijaya Malang mengatakan, jika hakim memenangkan perkara pra peradilan, maka berkas perkara korupsi yang sudah dilimpahkan ke pengadilan, batal demi hukum.

Alasannya, semua bukti dan proses penyidikan yang diajukan jaksa dalam sidang sudah dinyatakan tidak sah. Karena tidak sah itu, maka tidak bisa dijadikan digunakan lagi.  Prija mengatakan, hakim tidak perlu mengembalikan berkas tersebut ke jaksa penuntut, karena sudah gugur dengan sendirinya.

Hal itu ditindaklanjuti dengan pengambilan kebijakan hakim. Yaitu, hakim mengeluarkan penetapan hakim yang membatalkan penetapan hari sidang dan penunjukkan majelis hakim. Sejauh ini belum ada aturan yang mengatur khusus tentang hal tersebut. Karena itulah, hakim bisa mengambil diskresi.

Batalnya sidang tersebut disebabkan berkas peyidikan Dahlan yang ternyata melanggar prosedur. Salah satunya adalah penetapan tersangka dikeluarkan pada hari yang sama dengan sprindik. Padahal, sprindik merupakan dasar jaksa untuk melakukan tindakan penyidikan. Dari pengumpulan barang bukti, hingga penetapan tersangka.

Parahnya, audit kerugian negara baru keluar tiga minggu setelah jaksa menetapkan tersangka. Jaksa menetapkan Dahlan sebagai tersangka pada 27 Oktober 2016, sedangkan audit kerugian negara baru keluar 17 November 2016. (atm)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Sekda Kukuhkan Pokja Gugus Tugas Bisnis dan HAM Aceh

26 February 2024 - 18:20 WIB

Ditemani Sang Istri, Pj Bupati Aceh Besar Tarek Pukat Bersama Nelayan di Pasie Jantang Lhoong

21 February 2024 - 16:18 WIB

Salah Input di TPS 001 Cipari-pari Timur Subulussalam, Suara Bang Joni dan Cage Bertambah, Syech Fadhil Justru Hilang

21 February 2024 - 16:14 WIB

AHY Dikabarkan Akan Gantikan Hadi Tjahjanto jadi Menteri ATR/BPN

20 February 2024 - 15:51 WIB

PPP Lolos Ambang Batas Parlemen, Sandi Uno Minta Kader dan Relawan Kawal Rekapitulasi Suara

18 February 2024 - 14:58 WIB

Haji Uma Minta BSI Aceh Fokus Perkuat UMKM dan Tingkatkan Kualitas Layanan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

13 February 2024 - 21:21 WIB

Trending di Uncategorized