Empat Warung Musnah

PADAMKAN API: kebakaran yang menghanguskan bebrapa bangunan di jalan Daud Beureueh, Banda Aceh, Rabu (23/11). ENO SUNARNO/RAKYAT ACEH

Tiang Listrik Percikan Api

BANDA ACEH (RA) – Empat warung di jalan T. Daud Beureueh, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh hagus terbakar, Rabu (23/11). Api diperkirakan berasal dari kamar belakang, warung nasi sagoe.

Usai melihat api dan asap mengepul, para pekerja sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun naas, api terus menjalar ke tiga warung berkonstruksi kayu di sekitarnya.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu segera dilaporkan warga ke dinas pemadam kebakaran Banda Aceh. Sekitar tujuh menit berselang, armada pemadam kebakaran tiba ke lokasi.

Sedikitnya 10 armada diturunkan ke lokasi.Walau api berhasil dipadamkan, namun empat warung tak terselamatkan. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, sementara kerugian diperkirakan mencapai Rp400 juta.
Tempat usaha yang terbakar warung kopi Sago milik Iwan ( 38), warga Gampong Blower, Kecamatan Baiturrahman, warung kopi Remember milik Nurdin (50) warga Sigli, warung nasi Wareh milik Boy (50), warga Lambuk, Kecamatan Ulee Kareng. Serta warung klontong Movie milik David (42) warga Gampong Beurawe, Kuta Alam.

“Kita dapat laporan bahwa telah terjadi kebakaran, kita langsung turun ke lokasi untuk mengamankan,” sebut Kapolsek Kuta Alam, Banda Aceh AKP Syukrif Panigoro di lokasi kejadian.

Ia memperkirakan kebakaran disebabkan arus pendek listrik.” Kita akan selidiki lebih lanjut, karena kondisi masih panik,” sebutnya.

Saksi mata Iwan, mengatakan api berasal dari kabel yang ada di tiang listrik (kabel SR PLN) mengeluarkan percikan api.

“Api pertama dari tiang listrik, kemudian jatuh ke warung, kemudian 15 menit langsung besar api dan semuanya panik,” katanya.

Pemilik warung kopi Rember, Nurdin menyatakan tempat usahanya habis terbakar. Saat api berkobar, ia dan keluarganya tak sempat menyelamatkan barang dan harta benda.

“Pertama api dari warung sebelah, kemudian langsung menjalar. Saya suruh keluar semua, kebetulan di dalam warung ramai dan pengawai saya sibuk urus tamu dan masak,”sebutnya.

Kebakaran itu yang terjadi sekitar empat meter dari Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) itu sempat mengundang kepanikan para juru medis, keluarga pasien, serta pekerja rumah sakit. Ratusan warga memadati plataran parkir menyaksikan kobaran api. Sebagian lain, kumandangkan azan sambil berharap api cepat padam.

Walikota Banda Aceh non aktif, Illiza Sa’aduddin Djamal menyempatkan diri berkunjung ke lokasi kejadian. Ia memberi semangat para petugas dan warga yang berjuang padamkan api.
“Semoga para korban kebakaran tabah hadapi cobaan ini,” ujarnya. (ibi/mai)