Dialog GEMA MA:

Banda Aceh (RA) – Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA) Aceh menggelar dialog publik menyambut hari pahlawan dengan tema Daud Beureueh di mata generasi muda, berlangsung di Warung The Stone Lampineung Banda Aceh, Kamis (24/11). Kegiatan itu diikuti puluhan peserta dari berbagai organisasi.

Ketua DPP Gema Mathla’ul Anwar Mahdi Andela, didampingi Ketua DPW Aceh Hasnanda Putra menyampaikan sebagai salah satu OKP nasional yang eksis di bidang sosial pendidikan, Gema MA membedah pemikiran Abu terkait sosial politik dan pendidikan yang mewarnai sejarah Aceh modern dan berperan penting pada masanya.
Mahdi juga menyampaikan dukungan terhadap KNPI Aceh di bawah kepemimpinan Ketua Jamaluddin dan Sekretaris Nurchalis.

Sementara Ketua KNPI Aceh secara resmi membuka dialog dan menyebut inisiasi tema dialog sangat luar biasa apalagi mengambil momentum hari pahlawan. ” Abu adalah pahlawan, yang berani mengambil sikap dan tindakan yang terbaik untuk Aceh dimasanya, kita generasi muda harus mengingatnya,” kata Jamaluddin.

Dialog publik turut dihadiri ketua KNPI Banda Aceh Afdhal Khalilullah dan pengurus KNPI Aceh dan Kota Banda Aceh. Hadir sebagai narasumber Bung Alkaf, Khairil Miswar dan Syukurdi Mukhlis. Ketiganya secara tidak langsung mewakili kaum muda dari Aceh Besar, Bireuen dan Aceh Tengah.
Menariknya Syukurdi mengupas dukungan setia sampai akhir masyarakat Gayo pada Daud Beureueh. “Abu bukan pemberontak, sejarah telah membuktikan hanya pasukan Gayo yang setia sampai akhir bersama Abu,” sebutnya.

Syukurdi juga menyebutkan Abu dalam perjuangan yang pertama diajak adalah orang-orang pintar dan berilmu. “Abu mengajak orang membangun mimpi bersama untuk Aceh,” lanjut Syukurdi.

Khairil Miswar penulis buku Abu Beureueh menyebutkan Daud Beureuh adalah ulama pejuang, berbagai isu-isu miring terhadapnya terbantahkan sendiri di lapangan.

“PUSA itu didirikan tepat pada hari digelar khenduri maulid 5 Mei 1935 M, dan beliau di maqamkan dalam komplek Mesjid Baitul A’la Lil Mujahidin Beureunuen,” katanya. Khairil juga mencontoh kebaikan Abu yang suka bergotong royong membangun gampong, membuat irigasi dan membangun masjid secara swadaya.

Sementara Akademisi IAIN Langsa Bung Alkaf menyampaikan Abu Beureueh sosok yang berkharisma dan dihormati Sukarno. Hal lain yang luar biasa menurut Alkaf adalah kepemimpinan Abu yang sangat merakyat dan mementingkan musyawarah. “Apapun sikap diambil terkait dukungan pada republik adalah hasil musyawarah para ulama,” kata Alkaf. Alkaf yang juga akademisi IAIN Langsa menggambarkan bahwa Aceh pada masa tersebut memiliki beberapa tokoh penting seperti Abu Beureueh, Ali Hasjmi, Husin Al Mujahid dan lain-lain. Direncanakan dialog serupa ke depan akan digelar mengambil tema sosok Husin Al Mujahid, Ali Hasjmi dan tokoh-tokoh PUSA lainnya.(rel/mai)