ILUSTRASI : Algojo melakukan eksekusi cambuk terhadap satu dari delapan terpidana maisir (perjudian) di halaman Masjid Baitul Qiram, Gampong Ujong Patihah, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, Jumat (25/11). IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH

Banda Aceh (RA) – 20 pelanggar syariat Islam di Simeulue dan Nagan Raya dicambuk usai shalat Jumat (24/11). Pelanggar terbanyak, Simeulue dengan jumlah warga yang dicambuk mencapai 12 orang. Sementara Nagan Raya, delapan warga.
Di Simeulue, lima orang diantaranya perempuan, terbukti bersalah dan dengan sengaja melakukan perbuatan Maisir dan Khalwat.
Kelima perempuan itu, empat diantaranya kasus Maisir yakni Rahmanida mendapat 11 kali cambuk. Yarnilawati mendapat enam kali, Rita Sartika enam kali cambuk. Nani Anggraini enam kali cambuk. Sedangkan kasus Khalwat yakni Eleni Safrina Sarfina, 18 kali cambuk.
Sedangkan tujuh pria lainnya, yang juga dieksekusi karena terbukti melakukan Maisir dan Khamar yakni Dedy Sarumpaet mendapat enam kali cambuk. Roni Lahanta mendapat enam kali cambuk, Sofyan mendapat enam kali, Asri mendapat enam kali cambuk.
Raswan mendapat 11 kali. Nasaruddin mendapat enam kali, serta Ofan Fajriah mendapat 18 kali cambuk terbukti Khalwat. Ke 12 pelaku pelanggar Qanun Syariat Islam itu, dieksekusi cambuk di halaman masjid Baiturrahmah Kota Sinabang, turut disaksikan pejabat teras Pemkab Simeulue, TNI Polri dan Kejaksaan, dan sekitar 1.000 warga.
Saat ini pihak Kejaksaan Negeri Simeulue, masih memproses dua perkara pelanggaran Qanun Syariat Islam, yakni kasus perkara Maisir (togel) dan Khalwat. “Masih ada dua perkara lagi, yang sedang diproses, kemungkinan dalam waktu dekat ini juga akan dicambuk,” kata Roni, salah seorang Jaksa Penuntut.(ahi/ibr/mai)