Illiza Motivasi Anak-anak Penderita Kanker

SILATURAHMI: Calon walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengunjungi anak-anak penderita cancer di Rumah Singgah C-Four Lampriek, Kuta Alam, kota Banda Aceh, Sabtu (26/11). ENO SUNARNO/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Calon Walikota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal SE mengajak kepada anak-anak penderita kanker dan para orang tua mereka untuk sabar menjalani ujian Allah dengan tetap berprasangka baik kepada Allah Swt.

Hal itu disampaikan Illiza di sela-sela mengunjungi pasien penderita kanker di Rumah Singgah C-Four Lampriet, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Sabtu (26/11).
Illiza mengajak semua pihak untuk memberikan perhatian kepada anak-anak penderita kanker ini, dengan menjaga makanannya, memberikan motivasi serta semangat dan berprasangka baik kepada Allah. Illiza mengapresiasi adanya rumah singgah C-four di Banda Aceh ini.

“Ini adalah rumah yang bisa menampung anak-anak yang mengalami ujian Allah yaitu kena kanker. ini ujian Allah, dan ini pintu gerbang bagi mereka bertemu Allah dengan husnul khatimah,” ujar Illiza.

Illiza juga mengajak semua elemen baik di Kota Banda Aceh maupun Aceh pada umumnya untuk memberikan perhatian terhadap keberadaan rumah singgah C-Four, mengingat pasien yang ditangani rumah singgah tersebut bukan hanya dari Banda Aceh, melainkan juga dari daerah-daerah, sedangkan kehidupan mereka pada umumnya sangat terbatas.

Padahal, kata Illiza, para pasien tetap harus didampingi oleh keluarganya sehingga butuh biaya yang besar, meskipun untuk pengobatan sendiri sudah ditanggung oleh BPJS.
“Ini perlu perhatian pemerintah dan juga masyarakat, karena kadang mereka harus mengalami pengobatan dalam jangka waktu yang lama, sedangkan kehidupan mereka pas-pasan,” tambahnya.

Illiza berharap ke depan Pemko Banda Aceh bisa lebih serius lagi memberikan perhatian kepada anak-anak penderita kanker ini seperti subsidi sehingga anak-anak ini bisa menjalani fisioterapi mereka dengan baik, kemudian mendapatkan dukungan bantuan finansial, baik buku-buku serta orang-orang yang mampu mengajarkan mereka berprasangka baik kepada Allah, baik itu kepada anak maupun orang tuanya.

“Karena ada kasus sejak lahir orang tuanya menitipkan kepada kakeknya, ini perilaku sangat buruk,” ujar Illiza.
Pada kunjungan itu Illiza memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak penderita kanker. Illiza meminta semua anak-anak itu bersabar menghadapi ujian yang Allah berikan.

Sementara itu pengelola rumah singgah C-Four, Ratna Eliza menyebutkan, sejak tahun 2014 hingga kini jumlah pasien yang didampingi pihaknya mencpai 60 orang, namun 30 diantaranya sudah tidak bisa tertolong dan meninggal dunia. sedangkan sisanya masih didampingi.

“Dan hari ini ada enam pasien di rumah singgah kita,” lanjutnya.
Ratna menambahkan, ada beberapa kendala yang dihadapi pihaknya selama melakukan pendampingan, karena seluruh biaya operasional dan biaya makan dari pasien ditanggung oleh rumah singgah C-Four, mengingat rata-rata keluarga penderita kanker merupakan keluarga kurang mampu. (eno/ara)