Ketika Trump Tower Berganti Menjadi Dump Tower

CHICAGO, IL - NOVEMBER 19: Demonstrators rally near Trump Tower after marching through downtown protesting President-Elect Donald Trump on November 19, 2016 in Chicago, Illinois. Demonstrators, who accuse Trump of being racist and misogynistic, have staged almost daily protests nationwide since Trump won the election. Scott Olson/Getty Images/AFP

NEW YORK – Kemenangan Donald Trump dalam Pilpres Amerika Serikat masih belum bisa diterima sejumlah warga Negeri Paman Sam.

Seorang warga AS user Google Maps punya cara unik melampiaskan kekesalannya. Iseng, dia me-rename Trump Tower, gedung multifungsi supermegah milik Donald Trump menjadi Dump Tower.

Hasil rename properti yang beralamat di Fifth Avenue Nomor 725, Manhattan, tersebut kemudian diunggah ke Twitter. Dump Tower langsung menjadi viral.

Bukan hanya Trump Tower, aset lain milik ayah lima anak itu juga sempat berganti nama. Misalnya Trump International Hotel & Tower di Columbus Circle, New York. Kasusnya sama, Trump berganti menjadi Dump.

Tim Google pun segera menangani insiden tersebut. Perubahan nama menjadi Dump Tower hanya “berlangsung” beberapa jam. Banyak yang menduga aksi iseng itu dilakukan pegawai Google sendiri.

Menurut Google, penggantian database di peta digital maupun aplikasi lainnya merupakan proses manual. Setelah mendapat review dari pengguna layanan Google, tim masih harus memverifikasi lokasi.

Namun, perusahaan yang identik dengan situs mesin pencari itu enggan berkomentar. Mungkin takut di-dump alias dibuang Donald Dump. Eh, Donald Trump. (aol news/usa today/fam/c9/na/jpnn)