Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 28 Nov 2016 10:18 WIB ·

Lokasi Demo 2 Desember Diubah, nih Penjelasan Habib Rizieq


 Habib Rizieq. Foto: dok.JPNN.com Perbesar

Habib Rizieq. Foto: dok.JPNN.com

Harianrakyataceh.com – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Polri, dan MUI menggelar rapat koordinasi di Kantor MUI, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (28/11).

Dalam kesempatan ini, ketiga pihak sepakat bahwa demonstrasi 2 Desember akan digelar di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat.

“MUI awalnya akan menggelar aksi di Bundaran HI, Polri mengusulkan Salat Jumat di Masjid Istiqlal. Masing-masing bertahan dengan pendapat dan jadi polemik nasional. Kami berterima kasih kepada MUI yang mengomunikasikan dan mendengar dengan jernih argumentasi masing-masing. Melalui dialog masing-masing pihak punya iktikad baik,” kata Ketua Pembina GNPF-MUI, Habib Rizieq Shihab saat konferensi pers di kantor MUI.

‎Belajar dari aksi 4 November, lanjut dia, tawaran Polri yaitu di Masjid Istiqlal tidak mendukung sarana dan prasarana.

Karenanya, GNPF-MUI menolak untuk melaksanakan Salat Jumat jamaah di sana.

“Di Istiqlal tak nenampung. Manakala bubar Salat Jumat, terjadi penyempitan, dan begitu keluar, membahayakan jiwa peserta aksinya. Saya menolak. Kemudian ambulance tidak bisa masuk, dari masjid berjuang dua‎ jam ke mobil komando. Bukan keras kepala,” jelas dia.

Setelah berembuk kembali dan saling koordinasi, akhirnya Polri menawarkan GNPF-MUI salat Jumat di Monas.

Polri menjamin, sarana dan prasarana di Monas akan siap menampung GNPF-MUI.

“Polisi menawarkan lapangan Monas. Mampu menampung jutaan umat, pintu-pintu semua dibuka. Kalau di Monas ada syarat-syarat teknis, semua pintu di monas harus di buka, posko-posko logistik, toilet, dan dibuat pintu evakuasi. Ini solusi,” jelas dia.

Atas alasan tersebut, lanjut dia, GNPF MUI  sepakat dan akan menggelar sajadah di Monas.

Kendati begitu, nantinya sejumlah pimpinan GNPF-MUI akan menggelar konvoi selepas demo. “Kami akan menyapa masyarakat,” imbuh dia.‎ (Mg4/jpnn)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

GAM Siap Menangkan Mualem Jadi Gubernur Aceh

21 July 2024 - 16:18 WIB

Yah Fud Terpilih Sebagai Ketua Askab PSSI Bireuen

15 July 2024 - 18:04 WIB

Tersangka Penembak Trump dan Satu Pendukung Meninggal Dunia, Dua Lainnya Luka Parah

14 July 2024 - 14:36 WIB

Terus Dukung Program Aceh Carong, PT Solusi Bangun Andalas Serahkan Beasiswa Semen Andalas Tahun 2024 kepada 350 Pelajar

10 July 2024 - 17:25 WIB

Polres Aceh Barat Tegas Memberantas Praktik Judi Online di daerahnya

3 July 2024 - 19:36 WIB

Kemenlu Palestina Sebut Israel Targetkan Komunitas Kristen di Yerusalem

30 June 2024 - 19:32 WIB

Trending di Uncategorized