Banjir Masih Rendam Subulussalam

TERGENANG: Jalan Menuju Ibu Kota Kecamatan Runding digenangi banjir, Aceh Singkil, Senin (28/11). KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

SUBULUSSALAM (RA) – Tingginya curah hujan yang melanda Kota Subulussalam dan sekitarnya sejak sebulan terakhir, menyebabkan tiga kecamatan di sekitar sungai Souraya direndam banjir. Kecamatan itu Longkib, Sultan Daulat dan Rundeng.

Di Kecamatan Longkib tercatat tiga dari 10 desa terendam banjir yakni Desa Longkib, Panji dan Sepang. Ketinggian air diperkirakan mencapai 60 centimeter hingga 1 meter. Camat Longkib, Hal Haris mengatakan, puncak kenaikkan debit air hingga rendam rumah warga terjadi pada Ahad malam, hingga kemarin debit terus bertambah.

“Belum ada yang mengungsi. Tapi sebagian warga sudah siap-siap membungkus barang berharga karena ketinggian air terus naik “ kata Hal Haris, Senin (28/11).

Menurutnya, penyebab warga belum mengungsi karena rumahnya model panggung. Hal senada disampaikan Camat Sultan Daulat, Khairunnas Bako.

Khairunnas mengatakan, di wilayahnya juga tercatat tiga dari 19 desa terkena banjir. Desa itu Jabi-jabi, Suka Maju dan Sigrun. “Ketinggian air mencapai 60 centimeter dan belum ada warga yang mengungsi,“ kata Khairunnas.

Kecamatan Runding yang paling banyak desa di aliran sungai, juga terkena banjir. Hal ini menyebabkan, lalu lintas menuju pusat kota kecamatan terganggu. Pasalnya, jalan direndam banjir dengan ketinggian 60 hingga 70 centimeter.

Camat Runding Irwan Faisal menyebutkan pihaknya terus melakukan pemantauan. Kemarin, ia dan Muspika serta tim Tagana memantau banjir dengan menggunakan boat. “Di wilayah saya hampir semua desa terkena banjir,“ katanya.

Hingga kemarin banjir masih terjado di lintas Subulussalam – Singkil, tepatnya di Desa Belusema dan Kecamatan Suro akibat luapan sungai Belusema. Sejumlah rumah di tepi jalan turut terendam, ketinggian air 60 hingga 80 centimeter menyebabkan jalanan tidak dapat dilalui.

Selain itu, sepanjang jalan lintas di Desa Silatong Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil juga terendam banjir. “Tidak bisa lewat kalau mau ke Singkil. Air tinggi tinggi dan deras sehingga banyak pengendara memutar haluan,“ kata Pohan warga Belusema.

Di Desa Solok, Kecamatan Gunung Meriah hingga kini air masih genangii jalan tersebut. Ketinggian air di sana mencapai 1 meter. Akibatnya, terjadi longsor persis dipendakian menuju arah Kecamatan Singkohor.

Kapolsek Gunung Meriah, AKP Adriamus menjelaskan, longsor terjadi Senin pagi dan menimbun jalan sepanjang 20 meter. Namun, kata Adriamun, alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Aceh Singkil sudah diturunkan untuk membersihkan tanah longsor tersebut. “Ada dua jam tadi sejak terjadinya longsor. Tapi kini kendaraan sudah bisa melintas setelah alat berat PU diturunkan,“ kata Adriamus (lim/mai)