Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 29 Nov 2016 05:34 WIB ·

Mahasiswa Dicambuk 100 Kali


 MENGAKU BERZINA: Tersangka Khalwat menjalani eksekusi uqubat cambuk sebanyak 100 kali karena terbukti berzina di halaman Mesjid Ar-Rahman, Desa Panteriek, Banda Aceh, Senin (28/11).
ENO SUNARNO/RAKYAT ACEH Perbesar

MENGAKU BERZINA: Tersangka Khalwat menjalani eksekusi uqubat cambuk sebanyak 100 kali karena terbukti berzina di halaman Mesjid Ar-Rahman, Desa Panteriek, Banda Aceh, Senin (28/11). ENO SUNARNO/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH( RA) – Sepasang kekasih berstatus mahasiswa dicambuk di depan keramaian 100 kali. Warga Seulimeum, Aceh Besar ini melanggar Qanun Jinayah.
Eksekusi cambuk berlangsung di Masjid Ar Rahman, kompleks Perumahan Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Senin (28/11). Proses cambuk ZF (19) dan RF (19) disaksikan seratusan warga kompleks termasuk non muslim.

Warga menangkap dua bulan silam sekitar pukul 01.00 WIB. Usai ditangkap, warga menyerahkan ke Wilayatul Hisbah (WH) untuk menjalani proses hukum. Penahanan dilakukan di Satpol PP dan WH Aceh.

Persidangan digelar di Mahkamah Syariyah Kota Banda Aceh, vonis Rabu (23/11). Selepas vonis, ZF ditahan di Rutan Kajhu dan pasangannya RF (19) mendekam di Rutan Perempuan Lhoknga, Aceh Besar.

Walau ditangkap warga di rumah kos kawasan Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Namun tidak seorangpun bersedia menjadi saksi perzinahan. Padahal qanun mengatur, perlu empat saksi yang melihat langsung persetubuhan.

Tanpa saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat keduanya dengan pasal 25 Hukum Jinayat, tentang Iktilah (bermesraan). Namun dalam persidangan pasangan ini mengakui telah bersetubuh di kos tersebut.
“Dihukum acara tentang zina juga diatur kalau yang bersangkutan mengakui di persidangan telah berzina, maka hakim menyumpahnya,” kata Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Yusnardi

Di persidangan, keduanya juga bersedia bersumpah. Atas pertimbangan itu, hakim menjatuhkan hukuman 100 kali cambuk. Walau diberikan keleluasaan, namun keduanya tidak menggunakan jasa pengacara. Pada kasus ini, juga tidak ada pengurangan hukuman walau sempat ditahan dua bulan.

“Hudud tidak dikurangi,” tegas Yusnardi.
Proses cambuk keduanya berbeda dari yang lain, eksekusi melibatkan dua algojo. Setiap eksekutor mencambuk dengan kelipatan 20 kali.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Yah Fud Terpilih Sebagai Ketua Askab PSSI Bireuen

15 July 2024 - 18:04 WIB

Tersangka Penembak Trump dan Satu Pendukung Meninggal Dunia, Dua Lainnya Luka Parah

14 July 2024 - 14:36 WIB

Terus Dukung Program Aceh Carong, PT Solusi Bangun Andalas Serahkan Beasiswa Semen Andalas Tahun 2024 kepada 350 Pelajar

10 July 2024 - 17:25 WIB

Polres Aceh Barat Tegas Memberantas Praktik Judi Online di daerahnya

3 July 2024 - 19:36 WIB

Kemenlu Palestina Sebut Israel Targetkan Komunitas Kristen di Yerusalem

30 June 2024 - 19:32 WIB

38 Bintara Polri di Polresta Banda Aceh Naik Pangkat Setingkat

30 June 2024 - 11:25 WIB

Trending di Uncategorized