Mahasiswa Dicambuk 100 Kali

MENGAKU BERZINA: Tersangka Khalwat menjalani eksekusi uqubat cambuk sebanyak 100 kali karena terbukti berzina di halaman Mesjid Ar-Rahman, Desa Panteriek, Banda Aceh, Senin (28/11). ENO SUNARNO/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH( RA) – Sepasang kekasih berstatus mahasiswa dicambuk di depan keramaian 100 kali. Warga Seulimeum, Aceh Besar ini melanggar Qanun Jinayah.
Eksekusi cambuk berlangsung di Masjid Ar Rahman, kompleks Perumahan Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Senin (28/11). Proses cambuk ZF (19) dan RF (19) disaksikan seratusan warga kompleks termasuk non muslim.

Warga menangkap dua bulan silam sekitar pukul 01.00 WIB. Usai ditangkap, warga menyerahkan ke Wilayatul Hisbah (WH) untuk menjalani proses hukum. Penahanan dilakukan di Satpol PP dan WH Aceh.

Persidangan digelar di Mahkamah Syariyah Kota Banda Aceh, vonis Rabu (23/11). Selepas vonis, ZF ditahan di Rutan Kajhu dan pasangannya RF (19) mendekam di Rutan Perempuan Lhoknga, Aceh Besar.

Walau ditangkap warga di rumah kos kawasan Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Namun tidak seorangpun bersedia menjadi saksi perzinahan. Padahal qanun mengatur, perlu empat saksi yang melihat langsung persetubuhan.

Tanpa saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat keduanya dengan pasal 25 Hukum Jinayat, tentang Iktilah (bermesraan). Namun dalam persidangan pasangan ini mengakui telah bersetubuh di kos tersebut.
“Dihukum acara tentang zina juga diatur kalau yang bersangkutan mengakui di persidangan telah berzina, maka hakim menyumpahnya,” kata Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Yusnardi

Di persidangan, keduanya juga bersedia bersumpah. Atas pertimbangan itu, hakim menjatuhkan hukuman 100 kali cambuk. Walau diberikan keleluasaan, namun keduanya tidak menggunakan jasa pengacara. Pada kasus ini, juga tidak ada pengurangan hukuman walau sempat ditahan dua bulan.

“Hudud tidak dikurangi,” tegas Yusnardi.
Proses cambuk keduanya berbeda dari yang lain, eksekusi melibatkan dua algojo. Setiap eksekutor mencambuk dengan kelipatan 20 kali.